KabarBaik.co – Proses ekskavasi di Situs Tondowongso, Desa Gayam, Gurah, Kediri, resmi berakhir pada Jumat (29/8). Setelah sembilan hari penggalian, tim arkeolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mencatat sejumlah temuan penting meski tidak signifikan.
Arkeolog UGM Lintang Andamarati mengungkapkan bahwa penggalian tahun ini difokuskan pada area candi induk. Dari delapan kotak galian berukuran 2×2 meter, tim mendapati beberapa bata takikan—bata khusus yang berfungsi sebagai pengunci dalam susunan bangunan kuno.
“Utamanya, pengupasan dilakukan agar struktur candi induk lebih jelas terlihat. Jadi kalau ada wisatawan datang ke situs ini, mereka bisa lebih mengetahui bentuk asli dari struktur yang ada,” ujar Lintang.
Selain bata takikan, tim juga menemukan dua batu andesit di kedalaman berbeda. Satu ditemukan di dalam area candi induk pada kedalaman satu meter, sementara yang lain ditemukan dalam kondisi utuh di sudut barat laut pada kedalaman sekitar 1,5 meter.
“Itu baru kami temukan akhir-akhir ini. Satu sudah terlihat utuh, dan satu lagi masih dalam proses pembersihan karena baru ditemukan kemarin,” jelas Lintang.
Di samping itu, tim juga mendapati fragmen gerabah yang masih menunggu proses identifikasi lebih lanjut. Hingga kini belum bisa dipastikan apakah fragmen tersebut bagian dari perlengkapan ritual atau elemen lain di sekitar situs.
Menurut Lintang, meski hasil ekskavasi kali ini belum menyingkap struktur besar baru, perkembangan penggalian tetap membuka peluang untuk tahap selanjutnya.
“Setidaknya, sekarang sudah mulai terlihat bentuk candi induk. Ke depan mungkin akan difokuskan pada pengembangan lebih lanjut agar wujud asli situs bisa semakin jelas,” katanya.
Dengan berakhirnya ekskavasi ini, para arkeolog berharap temuan terbaru dapat menjadi pijakan penting dalam upaya pelestarian sekaligus pengembangan Situs Tondowongso sebagai destinasi wisata sejarah di Kediri. (*)