Hasil BWF World Championships 2026: Non Unggulan, Amri/Nita Wakil Indonesia Lolos Pertama ke Semifinal

oleh -312 Dilihat
AMRI AND NITA
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, pasangan ganda campuran Indonesia (PBSI)

KabarBaik.co, India – Kejutan terjadi di babak perempat final BWF World Championships 2026. Pasangan ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, yang berstatus non-unggulan, menjadi wakil Merah Putih pertama yang memastikan tiket ke semifinal.

Amri/Nita tampil meyakinkan saat menghadapi pasangan Taiwan, Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang, pada babak delapan besar di New Delhi, India, Jumat (21/8) siang WIB. Mereka menang dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-9.

Kemenangan tersebut terasa istimewa karena Amri/Nita bukan bagian dari pasangan unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Di tengah persaingan yang mempertemukan banyak pemain dan pasangan papan atas dunia, keduanya justru mampu melangkah lebih jauh dan menjadi wakil Indonesia pertama yang mengamankan tempat di empat besar.

Sejak awal pertandingan, Amri/Nita berusaha mengambil kendali permainan melalui kombinasi serangan Amri dari area belakang dan kontrol Nita di depan net. Pola tersebut membuat pasangan Taiwan kesulitan mengembangkan permainan cepat mereka.

Amri/Nita juga mampu menjaga keunggulan pada momen-momen penting. Setelah memenangi gim pertama 21-18, pasangan Indonesia semakin percaya diri pada gim kedua.

Tekanan yang diberikan sejak awal membuat Yang/Hu tidak banyak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan serangan. Amri/Nita akhirnya menutup gim kedua dengan skor telak 21-9 sekaligus memastikan kemenangan dua gim langsung.

Hasil ini melanjutkan perkembangan positif Amri/Nita sepanjang musim 2026. Sebelumnya, mereka berhasil mencapai semifinal Swiss Open 2026 sebelum dihentikan pasangan China Cheng Xing/Zhang Chi melalui pertandingan tiga gim.

Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa Amri/Nita semakin mampu bersaing menghadapi pasangan papan atas. Keberhasilan mengalahkan Yang/Hu di perempat final Kejuaraan Dunia menjadi bukti terbaru bahwa status non-unggulan tidak menghalangi peluang mereka untuk membuat kejutan.

Lolosnya Amri/Nita juga menjadi suntikan motivasi bagi empat wakil Indonesia lainnya yang bertanding pada babak perempat final hari ini.

Dari sektor ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menghadapi tantangan berat dari unggulan ketiga asal Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee.

Ana/Trias datang dengan modal sejumlah hasil positif sepanjang musim. Mereka pernah mencapai semifinal Thailand Masters 2026 setelah menyingkirkan unggulan pertama Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun dua gim langsung.

Namun, pengalaman Baek/Lee di pertandingan besar membuat pasangan Korea Selatan tersebut tetap menjadi lawan yang harus diwaspadai. Ana/Trias perlu menjaga kualitas pengembalian servis dan permainan depan agar tidak kehilangan kendali sejak awal reli.

Tantangan berat juga menanti Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum. Unggulan ke-12 tersebut bertemu pasangan China unggulan kedelapan, Li Yi Jing/Luo Xu Min.

Rachel/Febi memiliki karakter permainan pantang menyerah dan sudah mempunyai pengalaman menghadapi pasangan elite. Namun, mereka harus mampu menghindari bola tanggung yang dapat dimanfaatkan Li/Luo untuk mendapatkan serangan lebih dahulu.

Sementara itu, perhatian besar tertuju kepada Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Sebagai unggulan kedua, Fajar/Fikri menghadapi pasangan Taiwan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan yang berstatus non-unggulan.

Fajar/Fikri menjadi salah satu kandidat terkuat Indonesia untuk meraih medali emas. Mereka datang ke Kejuaraan Dunia 2026 dengan performa impresif setelah menjuarai Japan Open dan China Open secara beruntun.

Kemampuan melakukan penyesuaian strategi menjadi salah satu kekuatan pasangan Indonesia. Fajar/Fikri tidak hanya mengandalkan serangan keras, tetapi juga mampu mengubah tempo dan memanfaatkan permainan depan.

Jika mampu menguasai bola serangan pertama dan memaksa Lee/Yang lebih banyak mengangkat shuttlecock, peluang Fajar/Fikri untuk mengamankan tiket semifinal akan semakin besar.

Dari sektor tunggal putra, Alwi Farhan juga menghadapi pertandingan yang tidak kalah menarik. Pemain Indonesia tersebut kembali berhadapan dengan unggulan keenam asal Taiwan, Chou Tien Chen.

Alwi memiliki modal psikologis berupa kemenangan atas Chou pada All England 2026. Saat itu, Alwi mampu mengalahkan pemain senior Taiwan tersebut dua gim langsung, 21-13, 21-19.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi pembalasan setelah Alwi sebelumnya kalah dari Chou pada Australian Open 2025 dalam pertandingan dramatis tiga gim.

Pengalaman Chou dalam mengelola pertandingan di fase kritis tetap menjadi ancaman bagi Alwi. Pemain Indonesia tersebut perlu menjaga kesabaran dan tidak terburu-buru mencari angka ketika reli berlangsung panjang.

Dengan keberhasilan Amri/Nita menjadi wakil pertama yang lolos, Indonesia kini memiliki modal penting untuk melanjutkan perjuangan menuju empat besar.

Amri/Nita membuktikan bahwa status unggulan bukan satu-satunya ukuran dalam Kejuaraan Dunia. Dengan permainan agresif, kontrol net yang baik, serta kemampuan menjaga ketenangan pada poin-poin penting, pasangan non-unggulan tersebut justru mampu menjadi pembuka jalan bagi Merah Putih.

Kini, perhatian beralih kepada empat wakil Indonesia lainnya. Jika Fajar/Fikri, Alwi, Ana/Trias, dan Rachel/Febi mampu mengikuti jejak Amri/Nita, peluang Indonesia menempatkan lebih banyak wakil di semifinal sekaligus mengakhiri paceklik gelar Kejuaraan Dunia sejak 2019 akan semakin terbuka. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.