Hasil Final Four Proliga 2026: Tisya di Pusaran Blame Game Usai Pertamina Enduro Tersungkur

oleh -573 Dilihat
JPE FINAL FOUR
Setter dan kapten JPE Tisya Amallya Putri (dua dari kanan) dan kawan-kawan dalan laga melawan Electrc PLN Mobile, Kamis (2/4) malam.

KabarBaik.co, Surabaya- Kekalahan dramatis Jakarta Pertamina Enduro (JPE) dari Jakarta Electric PLN  Mobile (JEP) pada laga pembuka final four Proliga 2026 di Jawa Pos Arena, Kamis (2/4) malam, tak hanya mengguris luka dan kecewa di lapangan. Tetapi, kembali memantik debat panas di media sosial.

Laga yang berakhir dengan skor 2-3 (25-15, 22-25, 23-25, 25-21, 11-15) itu langsung menjadi sorotan para volimania. Khususnya penggemar JPE dan fans khusus Megawati ”Megatron” Hangestri. Nama setter Tisya Amallya Putri bahkan ikut terseret dalam derasnya kritik warganet.

Sejumlah komentar menilai permainan Tisya Amallya Putri, setter yang juga kapten JPE itu kurang variatif dan mudah dibaca lawan. “Setter tidak kreatif, monoton, sehingga mudah ditebak middle blocker,” tulis salah satu warganet. Komentar lain juga menyoroti distribusi bola yang dianggap terlalu terfokus ke pemain tertentu, walaupun opsi lain dinilai tersedia di lapangan.

Namun, di tengah kritik tersebut, tidak sedikit pula yang memberikan pembelaan. Mereka menilai peran setter tidak bisa dilihat secara sederhana, terutama dalam situasi pertandingan cepat dengan kualitas receive yang tidak selalu ideal. Salah seorang warganet menegaskan bahwa keputusan seorang setter terjadi dalam hitungan sepersekian detik. Dalam kondisi bola yang tidak sempurna, pilihan umpan menjadi sangat terbatas dan berisiko tinggi.

Selain itu, faktor adaptasi juga menjadi sorotan. Kehadiran pemain asing anyar yang baru didatangkan di seri final four, Irina Voronkova, dinilai ikut memengaruhi ritme permainan tim. Tidak hanya hitter yang perlu beradaptasi, tetapi juga setter dalam membangun chemistry di lapangan. “Silakan kritik, tapi jangan saling menyalahkan (blame). Itu bukan cara yang tepat kalau ingin pemain berkembang,” tulis salah satu pembela.

Baca Juga: Spiker Josjis Semua, Adu Resiliensi Setter di Final Four Proliga 2026

Duel Ketat hingga Set Penentuan

Secara permainan, Pertamina Enduro sebenarnya memulai laga dengan sangat meyakinkan. Tim asuhan Bulent Karslioglu tampil dominan di set pertama dengan kemenangan telak 25-15. Namun, Electric PLN menunjukkan mental bertanding yang kuat. Mereka bangkit di set kedua dengan memperbaiki pertahanan, khususnya blok untuk meredam serangan Voronkova dan Wilma Salas, dan menang 25-22.

Pertarungan semakin sengit di set ketiga. Sempat tertinggal 19-21, Electric PLN mampu membalikkan keadaan menjadi 25-23 dan unggul 2-1. Pertamina Enduro tidak menyerah. Mengandalkan trio Voronkova, Salas, dan Megawati, mereka menekan di set keempat dan menang 25-21 untuk memaksakan rubber set.

Namun di set penentuan, Electric PLN tampil lebih disiplin. Mereka langsung unggul 8-4 dan mampu menjaga keunggulan hingga menutup pertandingan dengan kemenangan 15-11.

Dari kubu Pertamina Enduro, Irina Voronkova tampil impresif dengan mencetak 33 poin. Megawati Hangestri dan Wilma Salas masing-masing menambahkan 22 poin.

Baca Juga: Bursa Transfer Terpanas Jelang Kick-off Final Four Proliga 2026

Dalam jumpa persnya, pelatih Bulent Karslioglu mengakui timnya melakukan terlalu banyak kesalahan sendiri. “Dalam satu set kami bisa membuat delapan kesalahan. Di level final four, itu sangat menentukan,” ujarnya. Dia juga menyoroti kondisi Voronkova yang masih dalam tahap adaptasi setelah menjalani jadwal padat di liga China sebelum bergabung dengan tim.

Di sisi lain, ofisial Electric PLN menyebut kemenangan timnya tidak lepas dari keberhasilan mengatur tempo permainan dan meminimalkan kesalahan. Mereka juga menegaskan tidak hanya bergantung pada pemain asing, tetapi juga kontribusi pemain lokal.

Sementara itu, Manajer tim Pertamina Enduro, Widi Triyoso, menegaskan timnya masih memiliki peluang besar karena final four masih menyisakan beberapa pertandingan. “Kami masih punya lima laga lagi. Kami akan berbenah dan tetap optimistis bisa ke grand final,” ujarnya.

Baca Juga: Intip Peta Kekuatan dan Prediksi Juara Final Four Proliga 2026 ​

Kekalahan sang juara bertahan dengan pemain bertabur bintang itu bukan hanya soal hasil di papan skor. Tetapi juga membuka diskusi lebih melebar. Antara kritik, ekspektasi tinggi, dan pentingnya menjaga dukungan bagi tim di tengah persaingan ketat Proliga 2026. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.