Petrokimia Gresik Perluas Program Agrosolution, Produktivitas Tebu Naik di 244 Ribu Hektare Lahan

oleh -300 Dilihat
Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus (kiri) dan Direktur Keuangan PT Sinergi Gula Nusantara, Hariyanto (kanan) usai penandatanganan MoU kemitraan Program Agrosolution komoditas tebu di Gresik.
Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Johanes Barus (kiri) dan Direktur Keuangan PT Sinergi Gula Nusantara, Hariyanto (kanan) usai penandatanganan MoU kemitraan Program Agrosolution komoditas tebu di Gresik. (Foto: Ist/Komkor PG)

KabarBaik.co, Gresik – Petrokimia Gresik terus memperluas dampak Program Agrosolution setelah mencatat peningkatan produktivitas tebu di lahan seluas 244.721 hektare dalam lima tahun terakhir. Program ini kini diperkuat melalui kolaborasi dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) serta sejumlah entitas di bawah ID FOOD.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PT PG Rajawali I dan PT PG Candi Baru di Gresik, baru-baru ini.

Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik Johanes Barus, mengatakan kolaborasi ini bertujuan memperkuat ekosistem pertanian tebu dari hulu hingga hilir.

“Petrokimia Gresik berkolaborasi bersama SGN dan beberapa anak perusahaan ID FOOD, yaitu PG Rajawali I dan PG Candi Baru, untuk melakukan penguatan ekosistem pertanian tebu dari hulu hingga hilir. Alhamdulillah, program ini mampu memberikan dampak positif berkelanjutan terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujar Johanes dalam keterangannya, Kamis (2/4).

Program Agrosolution sendiri telah berjalan sejak 2021 sebagai bagian dari dukungan terhadap swasembada gula nasional. Dalam perjalanannya, cakupan lahan terus meningkat signifikan, dari 6.747 hektare pada 2021 menjadi 75.885 hektare pada 2025.

Program ini tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Rata-rata produktivitas tebu meningkat hingga 12 persen, dengan tambahan pendapatan petani mencapai Rp 8,1 juta per hektare.

“Capaian ini merupakan hasil dari pengelolaan budidaya yang semakin optimal, didukung oleh efisiensi penggunaan agroinput serta penerapan praktik budidaya yang lebih terarah,” tandasnya.

Johanes menambahkan, program ini juga selaras dengan agenda nasional, termasuk Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dalam mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat produksi dalam negeri.

Selain itu, Agrosolution dinilai mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk bersubsidi.

“Paling utama, program ini juga mampu mengurangi ketergantungan petani tebu terhadap pupuk bersubsidi. Seluruh agroinput yang digunakan dalam Agrosolution merupakan produk nonsubsidi. Petani tidak perlu khawatir, penggunaan pupuk nonsubsidi juga terbukti mampu meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Johanes.

Program ini mengusung pendekatan ekosistem pertanian terintegrasi, melibatkan berbagai pihak mulai dari perbankan untuk akses permodalan, asuransi, hingga offtaker.

Direktur Keuangan SGN, Hariyanto, mengapresiasi keberlanjutan kerja sama yang telah terjalin sejak 2021.

“Dalam kerja sama ini, SGN berperan sebagai offtaker atau pembeli tebu hasil Program Agrosolution untuk memberikan jaminan pasar kepada para petani tebu. Terima kasih atas kesempatan bermitra ini,” ujarnya.

Dalam implementasinya, Petrokimia Gresik juga menjamin ketersediaan pupuk nonsubsidi serta memberikan pendampingan teknis, mulai dari pemupukan berimbang, pengendalian hama, hingga layanan uji tanah dan teknologi pertanian presisi.

“Penandatanganan MoU ini menjadi bentuk akselerasi yang lebih besar. Dengan sinergi yang semakin kuat, kami optimis kolaborasi ini dapat meningkatkan produktivitas tebu sekaligus mendorong terwujudnya swasembada gula nasional yang berkelanjutan,” tutup Johanes.(*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.