KabarBaik.co, Vietnam – Thailand kembali menunjukkan statusnya sebagai ratu voli Asia Tenggara. Skuad Gajah Putih sukses merebut kembali mahkota juara SEA V Cup 2026 leg pertama setelah menundukkan tuan rumah Vietnam dengan kemenangan telak 3-0 pada partai final yang berlangsung di Vietnam, Minggu (2/8) malam WIB.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi ajang balas dendam Thailand setelah gelar juara musim lalu lepas setelah direbut Vietnam. Dominasi Srikandi Thailand pun kembali berlanjut di turnamen yang sejak kali pertama digelar pada 2019 lebih sering berada dalam genggaman tim Negeri Gajah Putih.
Thailand tampil begitu dominan sejak awal pertandingan. Pada set pertama, mereka langsung menekan Vietnam dan mengamankan kemenangan 25-18. Permainan disiplin dalam bertahan serta serangan efektif kembali membawa Thailand unggul 25-17 pada set kedua.
Memasuki set ketiga, Vietnam sempat berupaya memberikan perlawanan di hadapan pendukung sendiri. Namun pengalaman dan ketenangan para pemain Thailand membuat mereka mampu mengendalikan jalannya laga hingga akhirnya menutup pertandingan dengan skor 25-14 sekaligus memastikan kemenangan 3-0.
Kapten sekaligus bintang Thailand, Ajcharaporn Kongyot, kembali menjadi sosok yang paling menyulitkan pertahanan Vietnam. Di kubu tuan rumah, Tran Thi Thanh Thuy atau yang akrab disapa 4T tetap menjadi tumpuan utama serangan, tetapi belum mampu menghindarkan timnya dari kekalahan di laga penentuan.
Sementara itu, Timnas Voli Putri Indonesia harus puas mengakhiri leg pertama di posisi ketiga. Tim asuhan Marcos Sugiyama memastikan peringkat tersebut setelah mengalahkan Filipina dengan skor 3-1 pada laga terakhir, Minggu (2/8) sore WIB.
Sebelumnya, Indonesia gagal meraih kemenangan saat menghadapi dua tim terkuat kawasan ASEAN itu. Mediol Yoku dan kawan-kawan menyerah dengan skor identik 1-3 dari Thailand maupun Vietnam, sehingga gagal bersaing dalam perebutan gelar juara.
Hasil leg pertama ini membuat persaingan menuju klasemen akhir masih terbuka. Leg kedua SEA V Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7-9 Agustus di Thailand.
Bagi Indonesia, seri kedua akan menjadi ujian sekaligus kesempatan untuk memperbaiki posisi. Merah Putih dituntut mampu mencuri kemenangan atas Thailand maupun Vietnam jika ingin memperbaiki peringkat dunia FIVB. Sebaliknya, apabila kembali gagal meraih hasil positif, Indonesia berpotensi finis di dasar klasemen apabila Filipina juga mampu mengumpulkan poin lebih banyak.
Dengan Thailand kembali naik ke singgasana pada leg pertama, persaingan di leg kedua dipastikan bakal berlangsung semakin sengit. Vietnam tentu berambisi membalas kekalahan di kandang sendiri, sementara Indonesia memburu kebangkitan demi menjaga peluang mengakhiri SEA V Cup 2026 dengan hasil yang lebih baik. (*)








