KabarBaik.co – Sejumlah organisasi dan komunitas di Kota Batu menyiapkan rangkaian peringatan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke-16 yang akan digelar mulai 20 Desember 2025. Peringatan haul tahun ini dikemas dalam lima rangkaian kegiatan yang sarat nilai kemanusiaan, kebudayaan, dan pluralisme.
Panitia menyusun sejumlah agenda, di antaranya bakti sosial pengobatan tradisional gratis, diskusi, dialog dan sarasehan, lomba baca puisi, sastra dan kegiatan seni, pertunjukan stand up comedy/guyon lawak, hingga puncak Haul Gus Dur ke-16 yang akan dilaksanakan oleh Komunitas Gusdurian Kota Batu.
Haul Gus Dur di Kota Batu digelar secara besar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Hal ini tidak lepas dari nilai historis Gus Dur bagi warga Kota Batu, mengingat Surat Keputusan (SK) berdirinya Kota Batu ditandatangani langsung oleh Presiden ke-4 Republik Indonesia tersebut.
Koordinator pelaksanaan Haul Gus Dur tahun ini adalah DPC Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Nahdlatul Ulama Kota Batu. “Kami merasa terhormat dipercaya menjadi koordinator Haul Gus Dur kali ini. Terlebih Gus Dur telah resmi diakui sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2025. Peringatan ini harus menjadi momentum refleksi kolektif,” ujar Ketua DPC Sarbumusi Kota Batu, Rudianto, Minggu (14/11).
Menurut Rudianto, haul tidak sekadar menjadi ritual tahunan, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi gagasan Gus Dur tentang kemanusiaan, keadilan sosial, dan kesejahteraan buruh. “Haul bukan hanya ritual, tetapi ajang untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan buruh yang diperjuangkan Gus Dur. Semangat ini harus dijaga bersama dalam setiap rangkaian kegiatan,” imbuhnya.
Selain Sarbumusi, peringatan Haul Gus Dur ke-16 di Kota Batu juga melibatkan PW PSNU Pagar Nusa Jawa Timur, Gusdurian Kota Batu, komunitas mBatu nDungo, Taman Siswa, Satupena, Banser, Basis GBLP Sarbumusi, SPD (Suara Perempuan Desa), serta Abdi Dalem Kraton Kasunanan Surakarta.
Sementara itu, Ketua Panitia Haul Gus Dur ke-16, Yuli Efendi Mas’ud, menyampaikan bahwa peringatan tahun ini menjadi momentum istimewa. Gus Dur tidak hanya dikenang sebagai presiden, kiai, dan tokoh pluralisme, tetapi juga sebagai Pahlawan Nasional yang perjuangannya telah diakui negara. “Semangat kemanusiaan dan pluralisme Gus Dur harus terus dihidupkan di Kota Batu,” ujarnya.
Ia menegaskan, bagi masyarakat Kota Batu, Gus Dur merupakan sosok yang tidak dapat dilupakan karena memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya daerah tersebut. “Penandatangan SK berdirinya Kota Batu adalah Presiden ke-4 RI, Gus Dur. Secara historis beliau sangat berarti bagi warga Batu, sehingga Kota Batu dapat berdiri sebagai kota yang mandiri,” tandasnya. (*)






