Hawa Dingin Bediding Datang dari Angin Muson Australia, Suhu Bisa Turun hingga 20° C

oleh -409 Dilihat
7f30a531 871f 408d 9fc8 9085b8684a69 scaled
Petugas BMKG memantau pergerakan cuaca di layer monitor (Muhamad Dastian Yusuf)

KabarBaik.co – Suhu udara malam dalam beberapa hari terakhir terasa lebih dingin dari biasanya. Padahal, secara klimatologis, Juli hingga September merupakan puncak musim kemarau di Jawa Timur yang identik dengan cuaca panas.

Namun, menurut BMKG Dhoho Kediri, kondisi dingin ini merupakan hal yang wajar dan terjadi secara berulang setiap tahun. Fenomena ini dikenal dengan istilah bediding.

“Bediding adalah siklus tahunan saat musim kemarau, di mana suhu udara terasa lebih dingin dari biasanya. Jadi sebenarnya ini bukan hal baru, masyarakat Kediri pasti sudah familiar,” ujar Alfiansyah Pradana, Prakirawan Cuaca BMKG Kediri, Kamis (10/7).

Alfianyah menjelaskan penyebab utama dari turunnya suhu ini adalah aktifnya angin muson Australia yang membawa massa udara kering dan dingin menuju wilayah Indonesia. Jika kondisi langit cerah tanpa tutupan awan, panas dari permukaan bumi akan lebih cepat terlepas ke atmosfer sehingga suhu permukaan turun drastis saat malam hari.

Secara teknis, suhu minimum harian yang biasanya berkisar 23–24°C kini mulai turun signifikan. Bahkan, berdasarkan catatan tahun 2024, suhu terendah tercatat mencapai 20,6°C pada 18 Juli.

“Bukan tidak mungkin suhu tahun ini juga akan menyentuh angka yang sama atau lebih rendah, mengingat ini baru awal Juli,” tambah Alfian.

Sejumlah faktor lokal turut memengaruhi intensitas suhu dingin ini, seperti ketinggian wilayah, kelembapan udara, serta posisi geografis masing-masing daerah.

BMKG memperkirakan kondisi bediding akan berlangsung hingga Agustus 2025, bersamaan dengan puncak musim kemarau di Kediri. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga daya tahan tubuh, mengenakan pakaian hangat saat malam dan pagi hari, serta mengonsumsi makanan bergizi.

“Penting juga untuk selalu mengikuti informasi cuaca dari kanal resmi BMKG. Jangan langsung percaya pada informasi viral di media sosial yang belum tentu benar,” pungkas Alfian.

Sebagai penutup, BMKG memastikan bahwa fenomena dingin ini adalah bagian dari dinamika iklim tahunan, bukan pertanda cuaca ekstrem. Suhu akan berangsur menghangat seiring masuknya musim hujan pada akhir tahun nanti. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhamad Dastian Yusuf
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.