KabarBaik.co – Sekelompok remaja di Kecamatan Sedati, Sidoarjo diamankan warga setelah diduga hendak menggelar aksi perang sarung menjelang sahur. Awalnya, hanya tiga remaja yang ditangkap warga, namun setelah dilakukan pencarian, jumlahnya bertambah menjadi sembilan orang yang kemudian diserahkan ke Mapolsek Sedati.
Kelompok remaja tersebut awalnya berkumpul untuk menonton balap liar sepeda onthel di kawasan Bypass Juanda. Namun, warga curiga dengan gerak-gerik mereka, apalagi perang sarung belakangan ini marak terjadi di beberapa wilayah Sidoarjo. Keberadaan mereka pun dianggap meresahkan warga sekitar.
Video penangkapan kelompok remaja ini sempat viral di media sosial. Warga yang khawatir akan terjadinya keributan langsung bertindak dengan mengamankan mereka saat melintas. Meski begitu, warga tetap bertindak tertib tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap para remaja tersebut.
“Iya benar ada beberapa remaja yang diamankan warga, mereka mau perang sarung,” ujar warga setempat, Afif, Kamis (6/3).
Afif menjelaskan bahwa kelompok remaja tersebut sebelumnya terlihat mondar-mandir di kawasan Manyar, Sedati Agung, sebelum akhirnya diamankan warga. Bahkan, yang membuat warga semakin geram, mereka sempat menantang warga sebelum akhirnya ditangkap.
“Mereka janjian perang sarung di wilayah Sedati Agung. Akhirnya diamankan sama warga jumlahnya tiga orang, ngakunya anak Pepe, Sedati,” kata pria 26 tahun itu.
Terpisah, Kapolsek Sedati Iptu Masyita Dian Sugianto, membenarkan adanya sembilan remaja yang diamankan, beberapa di antaranya masih di bawah umur. Para remaja ini sebelumnya juga diduga telah terlibat perang sarung di kawasan Aloha. Mereka kemudian dibawa ke Polsek Sedati untuk diberikan edukasi dan pembinaan.
“Setelah kami lakukan pembinaan, orang tua, guru, perangkat desa, RT/RW mereka juga kami panggil dan beritahukan melalui surat pernyataan masing-masing pemuda dan anak dibawah umur untuk tidak mengulangi kembali,” tegasnya.
Ia mengimbau para remaja agar mengisi waktu di bulan Ramadan dengan kegiatan positif dan tidak keluar rumah hingga larut malam. (*)