KabarBaik.co – Lapas Kelas IIB Jombang resmi mendirikan Pesantren Al Muhajirin sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan bagi para warga binaan.
Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham Jawa Timur, Kadiyono.
Peresmian yang digelar bertepatan dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini turut dihadiri oleh Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati Salmanuddin Yazid, Kapolres AKBP Ardi Kurniawan, Kalapas Muhammad Uli Nuha, perwakilan Kejari, Dandim 0814 , tokoh agama KH Nur Hadi (Mbah Bolong).
“Pendirian pondok pesantren ini sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, khususnya pasal 9 poin C, yang mengatur hak warga binaan untuk mendapatkan pendidikan, pengajaran, hingga kegiatan rekreasional,” ujar Kadiyono kepada wartawan, Jumat (12/9).
Kadiyono menjelaskan penamaan Al Muhajirin mengandung makna ‘berhijrah dari hal yang tidak baik menjadi baik’. Diharapkan pesantren ini bisa menjadi sarana pembinaan spiritual dan moral para narapidana.
“Semoga keberadaan pesantren ini membawa keberkahan dan kontribusi nyata bagi perubahan positif warga binaan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung kegiatan pembinaan di Lapas.
“Ini langkah luar biasa. Semangat belajar dan memperdalam ilmu agama bisa menjadi motivasi untuk memperbaiki diri. Pemkab siap mendukung kolaborasi dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan warga binaan,” kata Warsubi.
Pesantren Al Muhajirin diharapkan menjadi ruang pembinaan yang tak hanya fokus pada aspek spiritual, tapi juga mampu menumbuhkan semangat warga binaan untuk kembali menjadi pribadi yang lebih baik setelah menyelesaikan masa hukuman. (*)






