Hilal di Bawah Ufuk, BMKG Malang Perkirakan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Hari Kamis

oleh -144 Dilihat
Tim Rukyatul Hilal di Kantor Bupati Malang. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang memastikan hilal tidak terlihat dalam rukyatul hilal penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Selasa (17/2) sore di Pendopo Panji, Kantor Bupati Malang, Kecamatan Kepanjen.

Kepala Stasiun Geofisika Malang Mamuri, mengatakan berdasarkan hasil perhitungan Tim Hilal BMKG, posisi hilal pada 17 Februari 2026 masih berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia.

“Hari ini kami melakukan pengamatan hilal bersama Kementerian Agama Kabupaten Malang, Pemerintah Kabupaten Malang, serta organisasi masyarakat Islam se-Kabupaten Malang. Namun dari hasil perhitungan, hilal dipastikan tidak terlihat,” ujar Mamuri.

Ia menjelaskan, ketinggian hilal di Jayapura, Papua tercatat minus 2,41 derajat, sedangkan di Tuapejat, Sumatra Barat minus 0,93 derajat. Kondisi tersebut menunjukkan hilal masih berada di bawah ufuk sehingga secara astronomis mustahil untuk terlihat.

“Artinya di seluruh Indonesia hilal masih di bawah ufuk dan tidak terlihat sore hari ini,” tegasnya.

Karena posisi hilal masih negatif, pengamatan yang dilakukan bersifat seremonial dan tidak dilanjutkan dengan pemantauan menggunakan teropong. Menurut Mamuri, pemasangan alat optik tidak akan membuahkan hasil.

Meski demikian, laporan hasil penghitungan dari daerah tetap dikirimkan ke Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan 1447 H.

BMKG sebelumnya menjadwalkan pengamatan resmi pada Rabu (18/2). Namun karena sidang isbat digelar pada Selasa bertepatan dengan 29 Syakban 1447 H, tim BMKG turut hadir untuk menyampaikan data perhitungan.

Dengan kondisi hilal yang masih negatif di seluruh Indonesia, besar kemungkinan awal Ramadan akan ditetapkan melalui mekanisme istikmal atau penggenapan bulan Syakban menjadi 30 hari. Jika demikian, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis (19/2).

“Kami belum bisa memastikan. Data sudah kami sampaikan, dan keputusan akhir ada di Kemenag pusat,” tandas Mamuri. Keputusan final penetapan awal Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.