KabarBaik.co – Kejadian horor tersaji saat berlangsung laga antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung di pertandingan Kompetisi Liga 4 Jatim, Senin (5/1). Salah satu pemain Putra Jaya Pasuruan melakukan tendangan kung fu kepada pemain Perseta 1970.
Dari video viral yang beredar, Perseta 1970 saat itu sedang membangun serangan. Salah satu pemain mengoper bola ke garis lawan. Namun bola berhasil diblok pemain Putra Jaya Pasuruan dan mental.
Pemain Putra Jaya yang melakukan blok dan pemain Perseta 1970 yang mengoper berusaha berebut bola yang mental. Namun kaki pemain Putra Jaya bukannya mengarah ke bola, kakinya justru terangkat menendang dada pemain Perseta 1970.
Pemain yang ditendang langsung terkapar. Melihat itu, wasit segera mengangkat kartu merah dan mengusir pemain Putra Jaya tersebut. Pemain lain dari Perseta 1970 berusaha mengejar namun pemain lain menghalangi.
Dari info yang dihimpun, korban atau pemain Perseta 1970 yang terkena tendangan kung fu adalah Firman Nugraha. Sementara pemain Putra Jaya Pasuruan bernomor punggung 23 yang melakukan tendangan kung fu adalah M Hilmi Kanthi.
Tim medis langsung masuk ke lapangan begitu Firman terkapar terkena tendangan kung fu. Ia segera ditandu keluar lapangan. Kondisi Firman stabil dan aman meski menolak dibawa ke rumah sakit.
Pertandingan grup CC babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan tersebut pada akhirnya dimenangkan Perseta 1970 dengan skor telak 7-2.
Ketua Komdis PSSI Jatim, H. Makin atau Kaji Makin membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya telah menerima laporan lengkap terkait kejadian tersebut. Berdasarkan bukti awal dan laporan perangkat pertandingan, ditemukan adanya tindakan kekerasan di lapangan yang melibatkan oknum pemain.
“Iya, benar. Kami sudah menerima laporan mengenai peristiwa kekerasan dalam pertandingan antara Putra Jaya Pasuruan dan Perseta 1970 Tulungagung,” kat aKaji Makin, (*)






