Hujan Deras Jadi Tantangan Pedagang Bazar Ramadan Masjid Al-Akbar Surabaya, Penjualan Turun Tapi Semangat Tetap Menyala

oleh -106 Dilihat
Kondisi hujan membuat jumlah pembeli menurun cukup signifikan. Genangan air dan area yang becek membuat pengunjung enggan berlama-lama di lokasi bazar.

KabarBaik.co, Surabaya — Cuaca yang tak menentu, disertai hujan deras yang kerap mengguyur Kota Surabaya, menjadi tantangan tersendiri bagi para pedagang bazar Ramadan di kawasan Masjid Al-Akbar Surabaya. Meski demikian, para pelaku usaha kecil tetap bertahan sambil berharap penjualan meningkat seiring berjalannya bulan suci.

Ridzky Dinda Majid, pedagang takoyaki yang ditemui pada Jumat (20/2), mengaku kondisi hujan membuat jumlah pembeli menurun cukup signifikan. Genangan air dan area yang becek membuat pengunjung enggan berlama-lama di lokasi bazar.

“Kalau sekarang mungkin sekitar 10 porsi saja yang terjual. Padahal kalau tidak terkendala cuaca biasanya bisa lebih ramai. Orang jadi malas keluar karena basah dan hujan,” ujar Dinda.

Selain faktor cuaca, ia menilai awal Ramadan memang belum menjadi masa puncak penjualan. Menurutnya, dalam tiga hari pertama puasa, masyarakat cenderung memilih berbuka puasa bersama keluarga di rumah.

“Biasanya awal-awal memang masih sepi. Orang masih antusias makan di rumah. Dari tahun ke tahun polanya memang begitu,” katanya.

Dinda pun berharap momentum akhir pekan mampu mendongkrak penjualan, baik melalui pembelian langsung di bazar maupun pesanan lewat aplikasi daring.

Kondisi serupa juga dirasakan Nurti, pedagang soto ayam, sop buah, dan nasi goreng di area yang sama. Ia mengatakan hujan membuat jumlah pengunjung menurun drastis. “Kalau hujan ya sepi. Kadang ada pembeli, tapi tidak banyak,” ujarnya.

Dalam kondisi cuaca tidak menentu, penjualan soto ayam miliknya hanya mencapai sekitar 50 porsi per hari, sementara sop buah dan nasi goreng bahkan berada di bawah angka tersebut. Nurti berharap cuaca selama Ramadan ke depan lebih bersahabat agar aktivitas jual beli kembali ramai.

Meski demikian, bazar Ramadan di sekitar Masjid Al-Akbar Surabaya tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Kedekatan lokasi bazar dengan masjid menjadi nilai tambah, terutama bagi masyarakat yang ingin berburu takjil sekaligus beribadah.

Ahmad Faizal Prianggara, pengunjung asal Sidoarjo, menilai konsep wisata religi dan kuliner yang menyatu memudahkan pengunjung saat waktu berbuka tiba.

“Lokasinya sangat membantu. Sebelum buka bisa cari makanan dulu, nanti waktu azan bisa langsung berbuka lalu salat magrib berjamaah. Pilihan makanannya juga lengkap,” katanya.

Hal senada disampaikan Reza Firmansiah, yang datang setelah pulang kerja. Ia mengaku sengaja singgah ke Masjid Al-Akbar untuk beribadah sekaligus menikmati kuliner Ramadan.

“Mampir salat magrib dulu, setelah itu cari makan di sentra kuliner sini. Kebetulan lihat ada ikan bakar, jadi sekalian coba,” ujarnya.

Di tengah tantangan cuaca, semangat para pedagang dan antusiasme pengunjung menjadi harapan agar denyut ekonomi bazar Ramadan di kawasan Masjid Al-Akbar Surabaya tetap hidup sepanjang bulan suci.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.