IJMC 2026, Gus Fawait Tegaskan Komitmen Dorong Ekonomi dan Kreativitas Pemuda

oleh -117 Dilihat
Pembukaan IJMC 2026. (Foto: Ist)
Pembukaan IJMC 2026. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Jember – Pembukaan International Jember Marching Carnival (IJMC) 2026 berlangsung meriah melalui parade malam Night Street Parade di Jalan Sudarman, Sabtu (8/8) malam.

Ajang ini diselenggarakan sebagai wadah ekspresi kreativitas, kedisiplinan, dan sportivitas generasi muda yang memadukan unsur seni, olahraga, dan pariwisata.

Bupati Jember Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa IJMC disiapkan untuk memperkuat citra Jember sebagai tuan rumah berbagai agenda berskala nasional maupun internasional. Selain reputasi yang sudah melekat melalui Jember Fashion Carnival (JFC), potensi daerah kini terus dikembangkan ke ranah pertunjukan musik dan marching band.

Ia menambahkan, perhelatan ini membawa dampak ekonomi berganda (multiplier effect) bagi warga lokal. Tingginya aktivitas peserta dan pengunjung diyakini mampu menggairahkan sektor UMKM, pedagang kecil, perhotelan, hingga industri kuliner.

“Adik-adik sudah berlatih luar biasa dan bisa berada di titik ini berkat dorongan penuh dari para orang tua,” ungkap Gus Fawait.

Ketua KORMI Kabupaten Jember Tri Basuki, menjelaskan bahwa IJMC bukan sekadar tontonan, melainkan panggung apresiasi atas dedikasi dan kecintaan pemuda terhadap dunia seni pertunjukan.

Rangkaian acara diawali pada Sabtu siang lewat Street Parade Junior dan Senior Non-Brass yang melibatkan 15 tim. Kompetisi berlanjut pada malam hari dengan Night Street Parade yang menampilkan 18 unit marching band pada kategori Open Class, Military Class, hingga International Class.

Sehari sebelumnya, Jumat (7/8/2026), babak kualifikasi untuk Color Guard Battle, Drum Line Battle, dan Brass Battle telah selesai digelar di GOR PKPSO Jember.

Ajang tahun ini juga diwarnai partisipasi tim mancanegara, The Samut Prakan School dari Thailand. Menurut Tri Basuki, kehadiran kontingen asing tersebut menegaskan peran Jember dalam menjalin persahabatan antarbangsa melalui bahasa musik dan seni baris-berbaris.

“Melalui musik dan barisan, kita berbicara dengan bahasa yang sama, yaitu bahasa persaudaraan. Untuk para peserta, nikmati panggung ini, tunjukkan performa terbaik, jaga sportivitas, dan pulanglah membawa persahabatan baru,” tutup Tri Basuki.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.