Ikonik! Tumpeng Tempe Setinggi 14 Meter Meriahkan Ruwat Desa Sedengan Mijen Sidoarjo

oleh -208 Dilihat
Warga berebut tumpeng tempe (Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Menjelang bulan suci Ramadan, warga Desa Sedengan Mijen, Krian, Sidoarjo, kembali menggelar tradisi tahunan ruwat desa dengan cara unik dan megah. Ikon utama perayaan tahun ini adalah tumpeng tempe raksasa setinggi 14 meter yang menjulang di tengah lapangan desa.

Tumpeng tempe tersebut dibuat dari sekitar 3 kuintal kedelai. Proses pembuatannya melibatkan gotong royong dan sumbangan sukarela para perajin tempe setempat sebagai bentuk sedekah dan rasa syukur.

Kepala Desa Sedengan Mijen, Hasanuddin, menjelaskan bahwa gunungan tempe bukan sekadar pajangan, melainkan simbol identitas desa sebagai sentra penghasil tempe.

“Ruwat desa ini merupakan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa untuk para leluhur desa,” ujarnya.

Selain tumpeng tempe raksasa, terdapat pula 31 tumpeng hasil bumi dari masing-masing RT yang diarak bersama. Keberadaan tumpeng tersebut menjadi simbol persatuan dan kebersamaan warga.

Meski jumlah perajin tempe kini tersisa sekitar 25 orang, Hasanuddin menegaskan kualitas tempe produksi Desa Sedengan Mijen tetap terjaga dan memiliki cita rasa khas yang tidak tertandingi.

Sementara itu, Camat Krian Nawari yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo memberikan apresiasi atas kekompakan warga dalam menjaga tradisi budaya. Ia menyebut Ruwat Desa Sedengan Mijen telah masuk dalam agenda resmi Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167.

“Tradisi ini sangat positif dan berpotensi menjadi daya tarik wisata daerah karena dikelola dengan baik dan penuh kebersamaan,” kata Nawari.

Usai doa bersama dan istigasah, tumpeng tempe setinggi 14 meter tersebut langsung diperebutkan ribuan warga. Mereka meyakini potongan tempe yang didapat membawa berkah.

Salah satu pengunjung asal Kecamatan Prambon, Kusairi, 35, mengaku rela berdesakan demi mengikuti kemeriahan acara.

“Saya sengaja datang dari Prambon untuk melihat langsung tumpeng tempe raksasa ini. Alhamdulillah masih kebagian dua potong,” ujarnya.

Acara berlangsung aman dan kondusif dengan pengamanan dari TNI-Polri. Ruwat desa pun ditutup dengan harapan agar kebersamaan dan tradisi warga Desa Sedengan Mijen terus terjaga dari generasi ke generasi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.