IMA Bidik 9.000 Anggota pada 2026, Perkuat Pembinaan UMKM Melalui Program Terstruktur

oleh -172 Dilihat
IMG 20251209 WA0021
IMA terus memperkuat peran sebagai wadah kolaborasi yang mendorong kemajuan pemasaran di Indonesia.

KabarBaik.co – Indonesia Marketing Association (IMA) menargetkan jumlah anggotanya menembus 9.000 orang pada tahun 2026. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025 yang digelar baru-baru ini sebagai langkah memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam ekosistem pemasaran nasional.

President IMA Pusat, Suparno Djasmin, menjelaskan bahwa saat ini IMA telah memiliki sekitar 8.500 anggota yang tersebar dalam empat pilar utama, yakni praktisi marketing, pengusaha, akademisi, dan pemerintah. Target peningkatan keanggotaan menjadi 9.000 pada tahun depan diyakini realistis, seiring meningkatnya kebutuhan akan kompetensi pemasaran di era ekonomi digital.

“Tahun depan kami targetkan bisa meningkat menjadi 9.000 anggota. IMA terus memperkuat peran sebagai wadah kolaborasi yang mendorong kemajuan pemasaran di Indonesia,” ujar Suparno, Selasa (9/12).

Selain peningkatan anggota, IMA juga terus memperkuat komitmen pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Wakil Presiden SME & Entrepreneurship IMA, Erik Hidayat, mengungkapkan bahwa program pendampingan UMKM yang dijalankan sejak 2023 telah menunjukkan hasil positif dan mendapat respons antusias dari pelaku usaha kecil.

Melalui 130 chapter IMA yang tersebar di seluruh Indonesia, setiap tahun terjaring sekitar 800 UMKM untuk mengikuti proses seleksi pembinaan. Dari jumlah itu, hanya 50 UMKM yang terpilih untuk mendapatkan pelatihan intensif, kemudian dipersempit menjadi 20 besar, hingga akhirnya dipilih enam UMKM terbaik melalui ajang IMA Time Award.

“Yang masuk enam besar itu kualitasnya luar biasa. Lewat ajang seperti IMA Time Award, kami bisa melihat potensi UMKM Indonesia semakin kuat,” ujar Erik.

Erik menambahkan bahwa 90 persen peserta program unggulan IMA bergerak pada sektor makanan dan minuman, diikuti usaha kerajinan. Namun, tantangan terbesar yang masih dihadapi UMKM nasional adalah kemampuan pemasaran—khususnya strategi menjual produk atau how to sell di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Setelah mendapatkan pendampingan, para pelaku UMKM menunjukkan antusiasme dan semangat besar untuk terus berkembang,” tutup Erik.

Dengan target anggota baru dan fokus pembinaan UMKM yang semakin strategis, IMA berharap dapat memperkuat kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis pemasaran yang profesional, adaptif, dan kolaboratif.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.