KabarBaik.co – Di balik lancarnya konektivitas digital selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), tersimpan kisah nyata tentang orang-orang yang tetap bergerak, bekerja, dan menjaga roda kehidupan tetap berputar. Melalui semangat Indosat ANDAL: Ada Nyata di Setiap Langkah, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menegaskan kehadirannya tidak sekadar menghadirkan jaringan kuat, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas masyarakat di momen akhir tahun.
Salah satu kisah datang dari Herdhina Kamadhini, 37 tahun, pelaku usaha hampers di Surabaya. Menjelang Natal dan Tahun Baru, pesanan usahanya meningkat signifikan. Hampir seluruh proses bisnisnya bergantung pada koneksi digital, mulai dari menerima pesanan melalui media sosial, berkomunikasi dengan pelanggan, mengunggah katalog produk, hingga mengatur pengiriman.
Perempuan yang akrab disapa Dhina itu mengandalkan IM3 Platinum sebagai koneksi utama di rumah sekaligus tempat produksi. Dengan koneksi internet yang stabil, kecepatan tinggi, serta kuota besar hingga 50 GB, aktivitas usahanya tetap berjalan lancar, bahkan di jam-jam sibuk.
“Di periode ramai seperti ini, koneksi internet benar-benar menentukan. Kalau lambat sedikit, pelanggan bisa langsung berpindah,” ujar Dhina ditemui di Surabaya, Kamis (25/12).
Ia menuturkan, pada periode reguler omzet bulanannya berada di kisaran Rp 4 juta–Rp 6 juta, sementara pada momentum hari besar seperti Natal dan Tahun Baru dapat meningkat hingga dua kali lipat.
Di sisi lain, cerita ANDAL juga datang dari para personel lapangan teknologi Indosat yang bekerja di balik layar menjaga kualitas jaringan. Selama masa libur akhir tahun, mereka tetap bersiaga memastikan layanan telekomunikasi berjalan optimal di berbagai titik strategis.
Salah satunya adalah Deni Rahman (35), personel lapangan Indosat di wilayah Jawa Timur. Bersama timnya, Deni bertugas mengantisipasi dan menangani potensi gangguan jaringan agar pelanggan tetap terhubung tanpa hambatan.
“Bagi kami, jaringan bukan sekadar sinyal. Ini tentang memastikan orang-orang tetap bisa terhubung dengan keluarga dan pekerjaannya. Apalagi di penghujung tahun ini musim hujan hampir terjadi setiap hari, sehingga kesiagaan menjadi fokus utama,” ungkap Deni.
Untuk menjaga kualitas layanan, Indosat mengandalkan teknologi berbasis kecerdasan artifisial serta koordinasi real-time melalui Digital Intelligence Operation Center (DIOC). Pendekatan ini memungkinkan pemantauan jaringan secara proaktif, sehingga potensi gangguan dapat dicegah sejak dini, termasuk di tengah lonjakan trafik Nataru.
“Kami sudah memulai seluruh persiapan sejak awal November. Khusus di Jawa Timur, kami menambah 248 cadangan baterai serta sejumlah genset untuk mengantisipasi gangguan kelistrikan. Harapannya, pelanggan Indosat dapat menikmati liburan dengan nyaman tanpa hambatan berarti,” tutup Deni.
Melalui kisah pelaku usaha dan dedikasi personel lapangan teknologi, Indosat menegaskan bahwa jaringan andal bukan semata soal infrastruktur. Lebih dari itu, ini tentang kehadiran nyata yang mendukung aktivitas, usaha, dan kehidupan masyarakat. Di setiap pesan yang terkirim, setiap pesanan yang diproses, dan setiap momen yang terhubung, Indosat hadir—Ada Nyata di Setiap Langkah.








