KabarBaik.co, Jember – Menyambut Ramadan dan Idulfitri 2026, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memastikan kesiapan infrastruktur telekomunikasi di wilayah Circle Java (Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara). Fokus utama penguatan jaringan dilakukan pada titik-titik rawan lonjakan trafik serta jalur utama mudik.
Khusus di Jawa Timur, Indosat memprediksi adanya lonjakan trafik yang signifikan di beberapa daerah, seperti Pacitan, Trenggalek, Magetan, Ngawi, dan Madiun, dengan potensi kenaikan hingga 166 persen. Langkah preventif pun diambil guna menjamin layanan komunikasi tetap stabil di tengah tingginya aktivitas digital masyarakat.
EVP-Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison Fahd Yudhanegoro menegaskan bahwa pemeliharaan jaringan dilakukan secara intensif demi menjamin kelancaran komunikasi pelanggan hingga hari raya.
“Penguatan jaringan kami lakukan untuk memastikan pelanggan tetap terhubung tanpa gangguan, baik di kota besar maupun di daerah tujuan mudik. Ini adalah komitmen kami agar momen silaturahmi tetap berjalan lancar,” ujar Fahd, Rabu (25/2).
Selain kesiapan teknis, Indosat juga memperketat keamanan siber melalui fitur perlindungan berbasis kecerdasan buatan (AI). Hal ini merespons tren peningkatan penipuan digital yang kerap terjadi selama bulan suci.
Merujuk pada data tahun 2025, kasus penipuan meningkat 34,7 persen selama Ramadan, mayoritas melalui WhatsApp dan panggilan telepon, dengan Jawa Timur tercatat sebagai wilayah dengan laporan tertinggi.
Sisi kemanusiaan juga menjadi perhatian melalui program tanggung jawab sosial (CSR) bertajuk Indosat Berkah Ramadan – Surau Berdaya.
Program yang dilaksanakan di 19 lokasi ini menyasar revitalisasi surau dan musala. Di Jawa Timur, program ini difokuskan di Desa Sokogunung, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban.
“Melalui kampanye #LebihBaikIndosat, kami ingin menghadirkan Ramadan yang lebih bermakna. Tak hanya lewat penguatan jaringan dan keamanan digital, tapi juga melalui aksi nyata sosial di tengah masyarakat,” tutup Fahd. (*)








