KabarBaik.co, Pasuruan – Wakil Wali Kota Pasuruan, M. Nawawi menghadiri kegiatan “The Road to Bali Barber Expo 2026” yang digelar di Ascent Premiere, Kota Pasuruan. Kegiatan tersebut menghadirkan barber internasional asal Portugal, Fabio Marques, dan menjadi ajang edukasi sekaligus penguatan industri barbershop di Kota Pasuruan.
Pejabat yang akrab disapa Mas Nawawi itu menyampaikan apresiasi kepada komunitas barber Pasuruan yang mampu menyelenggarakan kegiatan secara mandiri dan menghadirkan mentor internasional. Menurutnya, soliditas para pelaku industri barbershop menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Pasuruan.
“Soliditas sesama pelaku industri barbershop ini menggambarkan sebuah kebersamaan, saya yakin ke depan identitas Kota Pasuruan Raya bisa menjadi rujukan bagaimana usaha barbershop berkembang dan naik kelas,” ujarnya.
Mas Nawawi juga menyoroti perkembangan sektor pekerjaan nonformal di Kota Pasuruan yang terus meningkat. Ia menilai profesi barber kini menjadi salah satu bidang usaha yang memiliki peluang besar serta mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. “Lapangan kerja baru ini terus menunjukkan trend positif, terbukti dengan kesuksesan dalam bidang usaha jasanya,” jelasnya.
Karena itu, Pemerintah Kota Pasuruan mendorong para pelaku usaha barber untuk mulai memperkuat legalitas usaha melalui pengurusan NIB serta memberikan perlindungan kerja melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Selain itu, ia juga mengajak para pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kemampuan teknis, hingga pemanfaatan digitalisasi dalam pengembangan usaha. “Kalau ingin naik kelas, harus punya cita-cita besar. Penguatan soft skill, hard skill, pelayanan, dan digitalisasi menjadi kunci agar industri ini berkembang,” tambahnya.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan edukasi langsung dari barber internasional asal Portugal yang diharapkan mampu memberikan wawasan baru bagi barber lokal dalam meningkatkan kualitas teknik dan layanan.
Mas Nawawi turut mengingatkan pentingnya menjaga persaingan usaha yang sehat di tengah berkembangnya industri barbershop. Ia meminta para pelaku usaha tidak terjebak dalam perang harga, melainkan membangun diferensiasi layanan dan kualitas. “Jangan saling membunuh lewat harga. Kalau kualitas meningkat dan pelayanan bagus, pelanggan pasti datang,” tegasnya.
Pemerintah Kota Pasuruan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya industri kreatif yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing hingga tingkat nasional maupun internasional. (*)






