KabarBaik.co – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk Imam Ashari memberikan serangkaian solusi praktis dan imbauan penting kepada seluruh masyarakat, terkait tindakan yang harus dilakukan apabila terjebak dalam kebakaran di dalam rumah.
Imbauan ini disampaikan mengingat beberapa kasus kebakaran yang pernah terjadi di Nganjuk dan bertujuan untuk meminimalkan risiko korban jiwa serta kerugian material. Seperti halnya yang dialami oleh pasutri Agus Winariyanto, 41, dan Ririn Nur Faridah, 39, warga Desa Mancon Wilangan yang keduanya meninggal setelah rumahnya terbakar pada Jumat (16/1) malam.
Imam menyampaikan adapun langkah yang harus dilakukan apabila berada di situasi kebakaran, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan mengevaluasi kondisi,
“Jaga ketenangan untuk dapat mengevaluasi situasi sekitar, seperti lokasi api, jalur keluar yang aman, dan sumber bahaya potensial seperti tabung gas atau peralatan listrik,” ungkap Imam kepada Kabarbaik.co, Sabtu (17/1)
Kemudian, Lanjut Sujito, gunakan jalur keluar yang tersedia dan jangan pernah kembali ke dalam lokasi yang terbakar. Keselamatan adalah yang utama.
“Jika ada jalan keluar yang tidak terhalang asap atau api, segera keluar melalui jalur tersebut dan jangan kembali ke dalam rumah untuk mengambil barang apa pun. Ini penting, kadang orang kan masih ingat barang berharga miliknya, keselamatan diri itu yang utama,” jelasnya
Kemudian, sambung Sujito, hindari asap dengan cara tepat. Bisa dengan berjalan di bawah atau memanfaatkan kain yang dibasahi.
“Jika jalur keluar terhalang asap, turunlah ke lantai dan merangkak keluar sambil menutupi hidung dan mulut dengan kain basah untuk mengurangi inhalasi asap beracun.” Katanya
Tindakan berikutnya adalah meminta pertolongan atau memberikan tanda bahaya. Jika terkurung di dalam ruangan, buka jendela atau tirai sedikit untuk memberikan sinyal ke luar dan memanggil bantuan.
“Jangan membuka pintu yang panas karena bisa menjadi tanda adanya api di sisi lain. Dan untuk masyarakat, segera hubungi pihak Damkarmat,” tandasnya
Imbauan Kepada Masyarakat Seputar Kebakaran
– Periksa Sarana Keselamatan Secara Berkala
Selalu periksa kondisi selang gas LPG, instalasi listrik, dan alat pemadam api ringan (APAR) secara berkala. Ganti atau perbaiki bagian yang rusak atau mengalami kebocoran.
– Hindari Sumber Api yang Berbahaya
Jangan melakukan aktivitas yang menghasilkan percikan api seperti membakar jerami atau merokok di dekat bahan mudah terbakar. Pastikan semua sumber api seperti kompor atau lilin dimatikan sebelum meninggalkan rumah.
– Kenali Jalur Keluar dan Lakukan Latihan Evakuasi
Kenali minimal dua jalur keluar dari setiap ruangan di rumah dan lakukan latihan evakuasi bersama anggota keluarga secara berkala agar siap menghadapi keadaan darurat.
– Manfaatkan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar)
Masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan Redkar yang telah dibentuk di berbagai kecamatan untuk mendapatkan bantuan cepat saat terjadi kebakaran sebelum petugas Damkarmat tiba.
Imam menegaskan bahwa pencegahan dan kesiapan diri merupakan kunci utama dalam menghadapi kebakaran.
“Kami berharap seluruh masyarakat Nganjuk dapat memahami dan mengikuti solusi serta imbauan ini agar kita dapat bersama-sama mengurangi risiko terjadinya kebakaran dan memastikan keselamatan diri serta orang terkasih,” pungkasnya. (*)






