KabarBaik.co – Polsek Tegalsari di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, hangus terbakar setelah diserbu dan dibakar massa pada Minggu (31/8) dini hari . Gedung yang berstatus cagar budaya itu kini rusak parah. Hanya puing-puing dan tembok lama yang masih tersisa berdiri.
Kapolsek Tegalsari Kompol Rizki Santoso menjelaskan peristiwa itu terjadi setelah massa yang berjumlah kurang lebih 5.000 orang bergerak dari Gedung Negara Grahadi menuju arah Polsek Tegalsari. Jarak antara Grahadi dengan kantor polsek hanya sekitar 500 meter.
“Sempat ada imbauan dari anggota Polsek Tegalsari kolaborasi dengan warga kepada massa agar tidak anarkis. Namun massa tidak terkendali langsung melakukan perusakan dan pembakaran Mako Polsek,” ujarnya, Minggu (31/8).
Menurut Rizki, 25 personel Polsek Tegalsari yang bertugas pada malam kejadian dalam kondisi sehat dan selamat. Meski begitu, bangunan markas polisi tersebut nyaris rata dengan tanah.
“Kerusakan 90 persen terbakar,” ucapnya.
Mantan Kapolsek Gubeng itu menambahkan pelayanan masyarakat di wilayah hukum Polsek Tegalsari untuk sementara dialihkan. “Pelayanan masyarakat wilayah hukum Polsek Tegalsari. Kami arahkan ke Polrestabes Surabaya,” tegasnya.
Selain menghancurkan markas polisi, kobaran api juga melalap lapak pedagang makanan di samping Mapolsek Tegalsari. Salah satunya milik Septa, pedagang yang sehari-hari berjualan di sekitar lokasi. Ia mengaku sangat terpukul dengan kejadian tersebut.
“Saya mengambil atau cari sisa barang yang bisa dipakai ada piring dan panci. Semoga keadaan situasi makin kondusif,” harapnya.
Polisi memastikan kondisi empat tahanan yang dititipkan di Polsek Tegalsari juga dalam keadaan selamat. Mereka langsung dipindahkan ke Polrestabes Surabaya untuk sementara waktu.
Kini, puing-puing bekas kebakaran masih berserakan di lokasi. Tim pemadam kebakaran sudah melakukan pendinginan sejak dini hari untuk memastikan api tidak kembali muncul dan merembet ke bangunan lain di sekitarnya. (*)