Inisiasi Konseling Sebaya, Duta Keperawatan Unej Soroti Isu Kesehatan Mental Mahasiswa

oleh -70 Dilihat
IMG 20260228 WA0005
Tio ketika menjadi pembicara pada kegiatan Expo di Unej. (Ist)

KabarBaik.co, Jember – Kesehatan mental kini menjadi isu krusial di lingkungan kampus, terutama bagi mahasiswa keperawatan yang dituntut siap terjun ke dunia kerja dengan tekanan tinggi.

Menyadari beban tersebut, Duta Keperawatan Universitas Jember (Unej) Kampus Kota Pasuruan Tio Yahya menghadirkan inovasi berupa wadah berbagi keluh kesah berbasis teman sebaya.

Langkah ini diambil untuk mematahkan stigma negatif seputar gangguan mental sekaligus menyediakan ruang aman bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan akademik maupun personal tanpa rasa takut dihakimi.

Bagi Tio, menyandang gelar Duta Keperawatan bukan sekadar tentang seremonial. Ia memandang peran ini sebagai amanah untuk menjadi motor penggerak bagi mahasiswa lain agar lebih berani bereksplorasi dan berprestasi.

“Duta kampus itu harus bisa menjadi role model. Saya ingin teman-teman termotivasi untuk aktif di berbagai sektor, baik akademik maupun nonakademik,” ujarnya, Sabtu (28/2).

Tio menyoroti bahwa Generasi Z, khususnya di Fakultas Keperawatan, menghadapi tekanan ganda: beban materi kuliah yang padat dan tuntutan praktik lapangan yang intensif.

Sebagai mahasiswa program D3 Keperawatan, kesiapan kerja menjadi prioritas utama yang seringkali memicu stres.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Tio menggagas ruang konseling kesehatan mental yang bersifat informal.

“Saya ingin menjadi teman berbagi (sharing partner). Terkadang, mahasiswa merasa sungkan jika harus langsung ke dosen pembimbing. Dengan teman sebaya, suasana jadi lebih santai, terbuka, dan terasa lebih relate,” jelas Tio.

Inisiatif ini pun disambut hangat, terutama oleh mahasiswa tingkat bawah. Mereka merasa lebih nyaman berbagi beban dengan kakak tingkat yang memiliki pengalaman serupa di lapangan, sehingga ikatan persaudaraan antar-mahasiswa semakin kuat tanpa sekat birokrasi yang kaku.

Membangun Karakter Perawat Tangguh
Selain fokus pada kesehatan mental, Tio juga aktif dalam pengembangan diri. Ia kerap menjadi pembicara dalam berbagai forum public speaking, mulai dari expo karya mahasiswa hingga sosialisasi keperawatan di masyarakat. Menurutnya, karakter disiplin dan tangguh adalah harga mati bagi calon tenaga kesehatan.

Menutup pernyataannya, Tio memberikan pesan penyemangat bagi rekan-rekan mahasiswa D3 Keperawatan. Ia menekankan bahwa jenjang D3 memiliki keunggulan tersendiri dalam penguasaan teknis di lapangan.

“Jangan menyerah, perjalanan kita masih panjang. Jangan takut untuk berbagi beban, karena kalian tidak harus menanggungnya sendirian,” pesannya optimis.

Di sisi lain, Tio mengapresiasi dukungan universitas terhadap kegiatan mahasiswa, termasuk pembangunan auditorium baru di atas poliklinik yang tengah berlangsung.

Ia berharap fasilitas tersebut segera rampung agar dapat digunakan secara optimal untuk menunjang kreativitas dan produktivitas mahasiswa Unej di Pasuruan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.