KabarBaik.co– Innalillahi waa innailaihi rajiun. Kecelakaan maut terjadi di ruas tol Ungaran-Bawen KM 432.600, Jumat (18/10). Sebuah kendaraan Elf menabrak pembatas dan terguling. Empat korban meninggal dan beberapa penumpang terluka. Para korban itu tewas itu terdiri atas tiga santri dan satu orang pengasuh pesantren.
Dari informasi yang dihimpun, mobil Elf dengan nopol DK 7834 AI tersebut membawa rombongan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Islamic Center Bin Baz Bantul, Jogjakarta. Pesantren ini didirikan Ustad Abu Nida Chomsaha Sofwan pada 1999, di Dusun Karanggayam, Sitimulyo, Piyungan, Bantul.
Rombongan santri Islamic Center Bin Baz itu akan mengikuti lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Kota Semarang. Tepatnya di kampus Universitas Sultan Agung (Unissula). Pengemudi Elf itu adalah Naufal Afsa, 19. Minibus bercat putih itu memuat sebanyak 25 penumpang. Sebagian besar dari para santri tahfiz atau hafal Alquran.
Nah, setiba di tempat kejadian perkara (TKP), di KM 432.600, di depan Elf itu dilaporkan ada Kijang Innova. Sopir Elef pun melakukan pengereman mendadak. Sopir Elf pun kehilangan kendali. Oleng ke kiri, kemudian mobil menabrak pagar pengaman tol dan terguling-guling. Kondisi mobil tampak berantakan. Bodi bagian atas ringsek. Terutama di bagian depan.
Melansir Antara, Kasatlantas Polres Semarang AKP Lingga Ramdhani menyatakan, empat korban tewas dalam kejadian tersebut. Selain itu, beberapa penumpang lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban meninggal maupun terluka dalam kejadian tersebut dievakuasi ke RSUD Ungaran untuk penanganan lebih lanjut.
Kabarnya, pengemudi kendaraan diduga tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). ’’SIM belum ditemukan,” ujar AKP Lingga.
Tidak lama setelah dibawa ke RSUD Ungaran, jenazah korban ada yang langsung diambil pihak keluarga. Yakni, yang berasal dari Grobogan, Jawa Tengah. Ada juga yang dibawa ke pesantren lebih dulu karena menunggu kedatangan pihak keluarga. Sebab, almarhum berasal dari Kalimantan, Bekasi, dan Sumbawa. (*)






