KabarBaik.co, Blitar – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 menjadi momen istimewa bagi umat di Kelenteng Poo An Kiong, yang berlokasi di Jalan Merdeka Baray, Kota Blitar, Jawa Timur.
Setelah mengalami kebakaran pada 2021 lalu, bangunan kelenteng akhirnya kembali difungsikan dan untuk pertama kalinya digunakan dalam perayaan Imlek usai melalui proses pembangunan selama tiga tahun.
Sebagai bagian dari rangkaian persiapan Imlek, pengurus klenteng menggelar ritual memandikan Kim Sin. Ritual tersebut menjadi simbol penyucian sekaligus penanda dimulainya aktivitas ibadah di bangunan klenteng yang telah direvitalisasi.
Ketua Kelenteng Poo An Kiong Pratidina, menjelaskan bahwa Kim Sin bukanlah patung yang disembah, melainkan simbol tokoh-tokoh bijak yang menjadi teladan dalam ajaran agama.
“Yang kami hormati adalah spirit dan keteladanan hidupnya, bukan wujud patungnya,” ujarnya, Sabtu (14/2).
Di Kelenteng Poo An Kiong terdapat 14 Kim Sin, dengan tokoh utama seperti Gong Co dan Dewi Kwan Im. Seluruhnya menjadi bagian penting dalam tradisi keagamaan umat yang beribadah di kelenteng tersebut.
Pratidina juga menyampaikan, meski secara kapasitas tidak jauh berbeda dengan bangunan lama, desain klenteng kini terasa lebih luas karena konsep ruang yang terbuka tanpa banyak sekat.
“Dulu banyak ruang terpisah, sekarang lebih terbuka sehingga terasa lebih lapang,” katanya.
Ia menambahkan, Imlek tahun ini diharapkan dapat diikuti lebih banyak umat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, selama masa pembangunan, kegiatan ibadah harus dilakukan secara terbatas.
“Sekarang kelenteng sudah bisa digunakan kembali, harapannya umat bisa beribadah dengan lebih nyaman,” imbuhnya.
Pratidina menegaskan, momentum Imlek perdana pascakebakaran ini bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol bangkitnya kembali aktivitas keagamaan dan kebersamaan umat.
“Yang terpenting adalah semangat kebersamaan dan nilai-nilai yang terus kami jaga,” pungkasnya.(*)







