Irak Kahar! Skenario Terburuk Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD 150

oleh -227 Dilihat
IMG 20260321 123605

KabarBaik.co, Jakarta– Pasar energi global kembali diguncang kepanikan hebat setelah Pemerintah Irak secara resmi mengumumkan status keadaan kahar (Force Majeure) pada seluruh operasional ladang minyak dan kontrak ekspornya. Langkah ekstrem produsen minyak terbesar kedua di OPEC ini dipicu oleh lumpuhnya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz akibat eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

​Pengumuman status kahar tersebut dikeluarkan menyusul penuhnya fasilitas penyimpanan minyak nasional Irak. Tanpa akses aman bagi kapal tanker untuk keluar-masuk Teluk, Irak tidak lagi memiliki tempat untuk menampung produksi minyak mentah mereka.

Irak tampaknya tidak punya pilihan selain menghentikan produksi di ladang-ladang raksasa seperti Rumaila dan West Qurna 2. Kapasitas penyimpanan dilaporkan sejumlah media setempat sudah mencapai batas maksimal, dan jalur ekspor utama melalui selatan praktis terputus.

Data menunjukkan produksi minyak Irak merosot tajam dari 3,3 juta barel per hari (bpd) menjadi hanya sekitar 900.000 bpd dalam hitungan hari.

Brent Tembus USD 112

Reaksi pasar terhadap situasi itupun sangat instan. Harga minyak mentah jenis Brent melonjak hingga USD 112,19 per barel, naik lebih dari 3% hanya dalam satu sesi perdagangan. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) juga merangkak naik mendekati level USD 100 per barel.

Sejumlah analis memperingatkan bahwa ini hanyalah permulaan. Jika blokade di Selat Hormuz tidak segera terurai, pasokan global akan menghadapi defisit yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak krisis energi tahun 1970-an.

Lembaga keuangan global, termasuk Citi dan Goldman Sachs, mulai merevisi proyeksi harga mereka dengan nada yang jauh lebih pesimis. Saat ini, dunia sedang menghadapi ancaman kehilangan jutaan barel pasokan harian dari Irak secara permanen dalam jangka pendek. Jika kondisi kahar ini bertahan lebih dari satu bulan tanpa ada pembukaan jalur alternatif ke Turki atau Suriah, harga minyak dunia sangat mungkin menembus angka psikologis USD 150 per barel.

Dampak bagi Indonesia

Melambungnya harga minyak dunia memberikan tekanan serius dan berat pada APBN Indonesia. Meskipun pemerintah sejauh ini masih berkomitmen menjaga harga BBM subsidi (Pertalite dan Solar) tetap stabil, penyesuaian harga pada BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Dex series sudah mulai terlihat di berbagai SPBU untuk mengimbangi biaya impor minyak mentah yang kian mahal.

Situasi di Irak kini menjadi perhatian utama para pemimpin dunia, dengan tekanan internasional yang meningkat agar jalur diplomasi segera dibuka guna meredakan ketegangan di Selat Hormuz sebelum krisis ini berubah menjadi resesi ekonomi global yang permanen. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.