KabarBaik.co – Sebuah minibus Isuzu Elf bermuatan 21 orang terguling di KM 11.200 A exit Tol Juanda, Sedati, Sidoarjo, Kamis (20/2) siang. Insiden ini menyebabkan dua penumpang mengalami luka serius, sementara pengemudi mengalami syok. Kendaraan sempat menutup lajur kiri jalan tol, menyebabkan arus lalu lintas tersendat sebelum petugas tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.30 ketika Elf dengan nomor polisi S 7570 W melaju dari arah Waru menuju Juanda. Kendaraan yang dikemudikan Sutikno, 48, warga Sugih Waras, Ngoro, Jombang, kehilangan kendali saat melintas di jalan yang menikung ke kanan dan menurun. Diduga, kecepatan tinggi serta kurangnya pemahaman sopir terhadap medan menjadi faktor penyebab kecelakaan tersebut.
“Elf perjalanan dari Jombang menuju ke Juanda. Kondisi jalan menikung dan menurun, sehingga sopir tidak dapat mengendalikan kendaraannya,” ujar Kanit PJR Jatim II AKP Harrio Saputra.
Akibat kehilangan kendali, kendaraan oleng ke kiri dan terguling. Benturan keras menyebabkan bagian bodi Elf mengalami kerusakan cukup parah, terutama di bagian kiri kendaraan. Sementara itu, posisi kendaraan yang melintang menutup lajur kiri jalan tol menyulitkan pengendara lain yang melintas di lokasi kejadian.
Elf tersebut terpelanting ke arah kiri hingga terguling. Akibatnya, bodi Elf menutup lajur kiri. Nahasnya, dua penumpang mengalami luka cukup serius. Penumpang tersebut adalah Sunanti, yang mengalami luka di bagian dahi, serta Reni, yang mengalami luka di kepala.
“Korban luka dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis,” lanjutnya.
Selain itu, beberapa penumpang lainnya mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan pertolongan pertama di lokasi sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi yang tiba di lokasi kejadian segera melakukan upaya evakuasi dan mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat akibat insiden ini. Dengan menggunakan alat berat, kendaraan berhasil dievakuasi dari badan jalan setelah beberapa saat, sehingga lalu lintas dapat kembali normal.
Berdasarkan analisa awal kepolisian, kecelakaan diduga terjadi akibat laju kendaraan yang terlalu cepat saat melewati tikungan menurun. Selain itu, faktor kurangnya pemahaman sopir terhadap medan jalan juga turut berkontribusi terhadap terjadinya insiden ini.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan. Petugas juga mengimbau pengemudi untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur rawan kecelakaan, terutama di daerah dengan tikungan tajam dan kondisi jalan yang menurun. (*)