ITS Menangkan Kompetisi WasteTrack Mobile Apps 2025, Solusi Inovatif untuk Pengelolaan Sampah Nasional

oleh -423 Dilihat
IMG 20250523 WA0001
Beragam solusi ditawarkan, seperti sistem pelacakan berbasis digital, platform edukasi dan pemberdayaan ekonomi, hingga aplikasi integrasi data bank sampah.

KabarBaik.co – Tim Aities dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, meraih Juara 1 dalam ajang WasteTrack Mobile Apps Competition 2025. Kompetisi yang diinisiasi oleh Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) dan Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas ITS ini menjadi wadah inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Dari 49 proposal yang diterima dari 21 universitas di Indonesia, sepuluh tim berhasil lolos ke babak final. Mereka mempresentasikan prototipe aplikasi di hadapan dewan juri lintas sektor, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga pelaku industri dan komunitas bank sampah. Finalis berasal dari berbagai universitas, termasuk Universitas Bina Nusantara, Universitas Diponegoro, dan Institut Teknologi Kalimantan.

Beragam solusi ditawarkan, seperti sistem pelacakan berbasis digital, platform edukasi dan pemberdayaan ekonomi, hingga aplikasi integrasi data bank sampah. Tim Aities ITS yang terdiri dari Hilmi Fawwaz Sa’ad, Dian Kusumawati, dan Muhammad Rayyaan Fatikhahur Rakhim berhasil unggul dalam aspek fungsionalitas, keberlanjutan, dan kesiapan teknis aplikasi mereka.

Kompetisi ini bertujuan memperkuat kolaborasi multi-pemangku kepentingan dan mendukung terbentuknya sistem pengelolaan sampah yang transparan dan berkelanjutan di Indonesia. Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, mengapresiasi peran kompetisi ini dalam mendorong prinsip ekonomi sirkular.

“Kolaborasi antara pendidikan, pemerintah, dan masyarakat menghasilkan solusi konkret untuk tantangan lingkungan. Generasi muda memiliki peran penting dalam keberlanjutan nasional,” ujar Lucia, Jumat (23/5).

ITS sebagai tuan rumah memainkan peran strategis dalam mendukung program ini. Rektor ITS, Bambang Pramujati, menegaskan pentingnya pengelolaan sampah yang efektif untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs).

“Melalui WasteTrack, ITS menjadi inkubator solusi nyata yang aplikatif dan berdampak. Mahasiswa diajak memahami konteks sosial, ekonomi, dan lingkungan dari isu pengelolaan sampah,” kata Bambang.

Dewan juri menilai aplikasi berdasarkan platform terpadu berbasis digital, traceability, analisis data, hingga aspek keamanan dan skalabilitas. Ary M. Shiddiqi dan IDAA Warmadewanthi, dosen ITS yang menjadi juri, mengapresiasi kedalaman pemahaman para finalis terhadap isu persampahan.

“Beberapa aplikasi sudah siap diuji coba, menunjukkan generasi muda mampu menjawab tantangan lingkungan dengan solusi teknologi konkret,” ungkap Ujang Solihin Sidik dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Anjar Putro, perwakilan Bank Sampah Induk Surabaya, menekankan pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan sampah.

“Aplikasi ini menawarkan solusi konkret untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi operasional bank sampah. Harapannya, transformasi digital ini dapat memperkuat prinsip ekonomi sirkular,” ujar Anjar.

Kompetisi WasteTrack Mobile Apps 2025 membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dapat menghasilkan inovasi berkelanjutan untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di Indonesia.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.