KabarBaik.co – Desa Pendem yang berada di Kecamatan Junrejo selama ini merupakan lumbung padi untuk wilayah Kota Batu. Sayangnya para petani merasakan bahwa dari pengolahan hingga hasil panen padi ternyata masih dirasa kurang maksimal.
Kepala Desa Pendem Tri Wahyuwono Effendi menyebutkan, luas hamparan pertanian padi di desanya mencapai 150 hektare lebih. Bahkan lahannya mencapai 108 hektare di luar tanaman padi. “Saat ini wilayah kami sedang melakukan pengolahan lahan dengan penanaman pertanian padi di musim kemarau,” kata Effendi, Minggu (8/9).
Effendi berharap ada kerjasama dengan Pemkot Batu dalam proses pengolahan lahan. Khususnya pengolahan lahan padi. “Harapan kami kerjasama dengan Pemkot Batu lebih maksimal terkait kendala yang dialami oleh petani serta proses di penanaman sampai dilaksanakan panen,” harap dia.
Menurut Effendi, keberhasilan dalam penanaman padi yang bernilai tinggi sangat bermanfaat bagi peningkatan ekonomi serta ketahanan pangan. Dari luas sekitar 150 hektare hamparan lahan penanaman padi di Desa Pendem, hasil panennya mencapai 5 sampai 7 ton per hektare.
Sedangkan, padi yang ditanam di antaranya jenis padi mbramo, jenis padi 805, dan jenis padi Lampung.
“Harapan kami bisa meningkatkan panen untuk tahun ini. Di situ ada perawatan, pengendalian hama, dan juga bagaimana skil kemampuan petani ini didampingi terus oleh PPL dari Pemkot Batu,” tutur Effendi.
Effendi menilai pendampingan dari Pemkot Batu sangat penting agar dilakukan pengendalian setiap kali terdeteksi gangguan hama serangga tikus burung. (*)







