Jaga Kualitas, Bupati Bojonegoro Sidak Proyek Jalan BKKD di Desa Mulyoagung

oleh -3 Dilihat
IMG 20260129 WA0003 1
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, melakukan sidak pengecoran jalan Desa Mulyoagung Balen. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proses pengecoran jalan yang dibiayai melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) di Desa Mulyoagung, Kecamatan Balen, Tahun Anggaran 2025. Proyek infrastruktur ini digadang-gadang menjadi akses strategis yang memperkuat konektivitas desa dengan pusat kota.

Pembangunan jalan sepanjang hampir 2 kilometer tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga diproyeksikan sebagai “urat nadi” baru perekonomian desa. Jalan ini akan menghubungkan langsung sentra-sentra pertanian warga menuju jantung Kota Bojonegoro, sehingga mempercepat distribusi hasil panen.

Pada Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Desa Mulyoagung merealisasikan dana BKKD sebesar Rp 4,637 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan jalan di tiga dusun utama, yakni Dusun Sawit, Dusun Pencol, dan Dusun Tloko. Dalam Sidaknya, Bupati Setyo Wahono langsung menuju lokasi proyek yang sedang dalam masa pengecoran.

“Kita mengingatkan agar kualitas betonnya dijaga, karena jalan ini urat nadi warga kita,” ujar Bupati, Kamis (29/1).

Sementara itu, Kepala Desa Mulyoagung, Abdi Nugroho, menegaskan bahwa kualitas pengerjaan menjadi prioritas utama agar manfaat jalan dapat dirasakan dalam jangka panjang. “Infrastruktur yang kuat adalah kunci efisiensi logistik. Jika jalannya bagus, biaya angkut hasil panen petani bisa turun, dan kesejahteraan warga otomatis meningkat,” jelasnya.

Selain berdampak pada sektor ekonomi, jalan sepanjang 1.886,5 meter ini juga memiliki fungsi strategis sebagai jalur alternatif utama. Warga Balen wilayah utara kini dapat menuju pusat Kota Bojonegoro dengan waktu tempuh lebih singkat tanpa harus bergantung pada jalur utama yang kerap padat kendaraan.

Abdi menambahkan bahwa pengerjaan fisik proyek telah dimulai sejak 30 Oktober 2025 dan ditargetkan selesai pada 15 Maret 2026. “Kami optimistis jalan ini akan menjadi poros ekonomi baru. Bukan hanya mempermudah distribusi hasil pertanian, tetapi juga mempercepat akses warga menuju layanan kesehatan dan pendidikan di kota,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pada tahun lalu Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp 806 miliar untuk program BKKD yang menyasar 320 desa. Program ini menjadi salah satu upaya percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan, di seluruh wilayah Bojonegoro. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.