KabarBaik.co – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember akui perjalanan KA Pandalungan relasi Gambir–Jember mengalami keterlambatan. Hal ini karena dampak dari luapan air dan gogosan yang terjadi di wilayah Daop 4 Semarang, tepatnya di petak jalan hulu Kalibodri–Kaliwungu, KM 20+7/8 BH 111.
Gangguan tersebut mulai terdeteksi pada pukul 19.40 WIB setelah petugas jalan rel (JJ) melaporkan kondisi jalur yang tergenang. Demi menjamin keselamatan operasional, KAI melakukan pembatasan kecepatan di titik terdampak, yang kemudian memicu antrean perjalanan kereta api.
Dampak Keterlambatan dan Kompensasi Hingga pantauan pukul 09.00 WIB, KA Pandalungan mengalami keterlambatan hingga 220 menit. Kereta yang membawa ratusan penumpang menuju wilayah Daop 9 tersebut diperkirakan baru akan memasuki Stasiun Jember pada pukul 13.00 WIB.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyatakan bahwa langkah penanganan cepat telah dilakukan untuk meminimalisir ketidaknyamanan penumpang.
“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kendala ini. Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI telah menyalurkan service recovery berupa pemberian minuman dan makanan kepada seluruh pelanggan KA Pandalungan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Cahyo, Sabtu (17/1).
Meskipun kedatangan dari arah Jakarta mengalami hambatan, KAI memastikan operasional keberangkatan sebaliknya tidak terganggu. KA Pandalungan relasi Jember–Pasar Senen tetap dijadwalkan berangkat tepat waktu dari Stasiun Jember pada pukul 16.00 WIB sore ini.
KAI Daop 9 Jember terus berkoordinasi dengan pihak terkait di lokasi gangguan untuk memastikan jalur kembali normal sepenuhnya. Pelanggan diimbau untuk memantau perkembangan perjalanan secara real-time. (*)






