Jalur Wisata Gunung Bromo Longsor, Beberapa Kendaraan Wisata Terjebak

oleh -36 Dilihat
Jeep wisata terjebak longsor. (Foto: Zia Ulhaq)

KabarBaik.co, Pasuruan – Bencana alam tanah longsor terjadi di jalur wisata Gunung Bromo yang berada di kawasan wisata Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Rabu (25/2). Dua titik perbukitan yakni Bukit Pakalu dan Bukit Dingklik dilaporkan mengalami guguran tanah dalam skala yang cukup besar secara bersamaan.

Material tanah yang merosot tajam menutup badan jalan dan menjebak sejumlah unit kendaraan yang tengah terparkir di bawah tebing. “Laporan yang kami terima menyebutkan ada tujuh kendaraan roda dua yang tertimbun material longsoran,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa alam yang terjadi di tengah cuaca ekstrem tersebut. Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan evakuasi terhadap unit motor yang terpendam tanah serta membersihkan batang pohon yang tumbang.

Personel dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama aparat Forkopimcam Tosari telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Alat manual dan peralatan pendukung dikerahkan guna membuka kembali akses jalan yang sempat tertutup total oleh gundukan tanah.

“Saat ini petugas sedang melaksanakan kegiatan evakuasi pohon-pohon yang tumbang termasuk pembersihan longsoran yang ada di sana,” jelas Sugeng.

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur rawan longsor di lereng Bromo selama cuaca buruk berlangsung. “Sekarang juga akan saya kirim tenaga tambahan untuk melakukan asesmen mendalam ke lokasi kejadian,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ziaul Haq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.