Jambore Posyandu Banyuwangi, Kader Dilatih Gunakan Data Perkuat Layanan Kesehatan Desa

oleh -62 Dilihat
Jambore Posyandu di Banyuwangi
Jambore Posyandu di Banyuwangi

KabarBaik.co, Banyuwangi – Ratusan kader posyandu di Banyuwangi mengikuti Jambore Kader Posyandu yang digelar di kawasan wisata Hutan De Djawatan, Kecamatan Cluring, Selasa (12/5).

Kegiatan ini untuk  peningkatan kapasitas kader kesehatan desa agar semakin aktif dalam pelayanan kesehatan masyarakat dan pengambilan keputusan berbasis data di tingkat desa.

Jambore diikuti lebih dari 300 kader posyandu, merupakan kader yang telah mendapatkan pelatihan program Pengambilan Keputusan oleh Perempuan Berdaya (Puspadaya).

Program tersebut merupakan kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi, Universitas Airlangga, dan Politeknik Banyuwangi (Poliwangi).

“Kader adalah ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader posyandu yang terus memberikan pelayanan kesehatan pada warga,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo, Ketua TP PKK Anna Nazili Hanim Mujiono, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam Unair Dr. Rahardian Indartosusilo, dan Ketua Research Group for Health and Wellbeing of Women and Children Susy Katikana.

Kader Puspadaya dilatih menggunakan aplikasi untuk mengumpulkan dan melaporkan data ibu hamil dan balita, memahami makna dari data yang dikumpulkan, serta menggunakannya untuk menghasilkan program gizi yang lebih baik di desanya.

Keterampilan yang telah diajarkan tersebut dilombakan dalam Jambore Kader Posyandu. Masing-masing kader unjuk kebolehan dalam melakukan presentasi, menggunakan aplikasi, melakukan konsultasi, mengintepretasi data, hingga bernegosiasi.

“Lewat kegiatan ini, kami berharap kapasitas para kader semakin meningkat. Kualitas dan kuantitas keterlibatan kader perempuan dalam pengambilan keputusan tingkat desa juga semakin meningkat,” kata Ipuk.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemkab, Unair, dan Poliwangi terkait implementasi Puspadaya, yakni sistem integrasi data untuk memperkuat kapasitas pengambilan keputusan oleh kader kesehatan berbasis data di tingkat desa.

Dilaksanakan sejak Juni 2025, hingga saat ini Puspadaya telah melatih sebanyak 208 kader posyandu di Desa Tampo, Desa Sraten, Desa Sembulung, Desa Benculuk, melalui 1.134 sesi pendampingan kader.

Kepala Dinas Kesehatan Amir Hidayat menambahkan, jumlah kader posyandu di Banyuwangi saat ini ada lebih dari 13 ribu orang.

“Jambore Kader Posyandu kita laksanakan setiap tahun untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi kader dalam pelayanan,” tambahnya.

Ketua Puspadaya, Susy Katikana Sebayang, menjelaskan kader yang tergabung dalam program tersebut mendapatkan pelatihan khusus dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kader Puspadaya dilatih untuk menggunakan aplikasi pada telepon seluler untuk mengumpulkan dan melaporkan data ibu hamil dan balita, memahami makna dari data yang dikumpulkannya, mempresentasikan data yang dikumpulkannya dan menggunakannya untuk bernegosiasi menghasilkan program gizi yang lebih baik di desanya,” kata Susy.

Dari total 208 kader di Banyuwangi yang telah mendapatkan pelatihan, sebanyak 95 persen mengalami peningkatan pengetahuan dan seluruh kader mengalami peningkatan keterampilan dalam penggunaan aplikasi, pemahaman data, interpretasi data, hingga kemampuan bernegosiasi.

Saat ini, sebanyak 40 Posyandu di Banyuwangi telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Seluruhnya telah memanfaatkan data yang dikumpulkan untuk dipresentasikan dalam forum bersama pemangku kepentingan tingkat dusun. Bahkan, 19 Posyandu di antaranya telah menggunakan data tersebut untuk memperjuangkan peningkatan layanan kesehatan ibu hamil dan balita.

Salah satu bentuk penguatan kapasitas dalam program tersebut diwujudkan melalui *Puspadaya Quiz*, media pembelajaran interaktif yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan kader secara kolaboratif. Pada jambore kali ini, sebanyak 87 kader menunjukkan kemampuannya dalam mengikuti kompetisi tersebut.

“Selain peningkatan kapasitas teknis, Puspadaya juga mendorong keterlibatan aktif kader perempuan dalam proses pengambilan keputusan di tingkat desa,” ujar Susy.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.