Jangan Panik, Ini Panduan Pertolongan Pertama Saat Anak Kejang Menurut Dokter RSUD Kertosono

oleh -114 Dilihat
Tim medis RSUD Kertosono memberikan edukasi pertolongan pertama saat anak mengalami kejang demam. Orang tua diimbau tetap tenang
Tim medis RSUD Kertosono memberikan edukasi pertolongan pertama saat anak mengalami kejang demam. Orang tua diimbau tetap tenang

KabarBaik.co, Nganjuk – Momen melihat buah hati mengalami kejang kerap memicu kepanikan luar biasa bagi orang tua. Padahal, dalam situasi darurat tersebut, sikap tenang justru menjadi kunci utama agar orang tua dapat memberikan pertolongan pertama yang aman dan tidak melakukan tindakan salah yang justru membahayakan anak.

Dua dokter umum dari RSUD Kertosono, dr. Farah Haaniya Nuriswarin dan dr. Dunia Ahmada Nur Alif, membagikan panduan penting dalam menghadapi kondisi ini.

Menurut dr. Farah, mayoritas kejang demam yang dialami anak sebenarnya tidak tergolong berbahaya.

“Mayoritas kejang demam itu tidak berbahaya. Jadi para orang tua yang melihat anaknya kejang jangan panik duluan,” tegas dr. Farah, Rabu (12/8).

Ia mengingatkan bahwa kepanikan sering kali memicu tindakan keliru yang dapat memperburuk kondisi kesehatan anak.

Secara medis, kejang demam ditandai dengan kenaikan suhu tubuh anak hingga di atas 38°C dan paling sering menimpa rentang usia 6 bulan hingga 5 tahun.

“Jika kejang muncul tanpa didahului demam, atau terjadi di luar rentang usia tersebut, pemeriksaan medis lanjutan diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain seperti epilepsi atau gangguan otak,” jelas dr Farah.

dr. Dunia juga memaparkan perbedaan antara kejang demam sederhana dan kompleks. Kejang demam sederhana biasanya berhenti sendiri dalam waktu singkat dan tidak berulang dalam 24 jam.

Sebaliknya, kejang demam kompleks berlangsung lebih lama, dapat berulang dalam sehari, atau hanya menyerang salah satu sisi tubuh.

“Ketika anak mengalami kejang, orang tua dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk menjaga keselamatannya. Salah satunya dengan memiringkan tubuh anak ke sisi kiri atau kanan,” jelas dr. Dunia mengenai langkah awal yang tepat.

Salah satu kekeliruan yang masih marak terjadi di masyarakat adalah memaksa memasukkan sendok atau benda lain ke dalam mulut anak yang sedang kejang agar tidak menggigit lidah.

“Jangan sampai karena kejang demam yang umumnya tidak berbahaya malah menjadi berbahaya karena orang tua memasukkan sesuatu dalam mulut,” timpal dr. Farah.

Memaksa membuka mulut anak saat otot sedang berkontraksi hebat berisiko menimbulkan cedera fisik. Selain itu, memasukkan benda asing juga dapat menyebabkan anak tersedak atau mengalami aspirasi paru-paru karena refleks menelannya sedang tidak terkontrol.

“Menahan atau menekan gerakan tubuh anak secara paksa juga sangat dilarang karena berisiko memicu dislokasi sendi hingga patah tulang,” terangnya.

Sebagai gantinya, amankan area sekitar anak dari benda-benda keras atau tajam. Posisikan anak miring ke salah satu sisi untuk menjaga jalan napas, terutama jika anak muntah atau mengeluarkan cairan dari mulut.

“Jika memungkinkan, kondisi kejang dapat direkam menggunakan telepon seluler untuk membantu dokter mengetahui bagaimana kejang dimulai, bagian tubuh mana yang mengalami kejang, berapa lama berlangsung, serta kondisi anak setelah kejang,” tambah dr Farah.

Catat pula durasi kejang secara cermat. dr. Farah mengingatkan pertanda bahaya yang harus diwaspadai.

“Apabila kejang berlangsung lebih dari 5 menit, orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat,” tuturnya

Melalui edukasi ini, RSUD Kertosono berharap para orang tua dapat lebih siap, tetap tenang, serta mampu memberikan pertolongan awal yang aman bagi buah hati.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.