KabarBaik.co, Sidoarjo – Langit Jatim pada Jumat (13/2) tak sepenuhnya cerah. Sejak pagi, awan kelabu sudah menggantung di beberapa wilayah Jatim, seolah memberi tanda bahwa hari tak akan berjalan biasa.
Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, hujan ringan hingga sedang diprediksi turun bertahap mulai menjelang siang, menyapu sejumlah daerah dari pesisir hingga pegunungan.
Di kawasan utara seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, pagi dibuka dengan cuaca berawan. Aktivitas warga tetap berjalan, namun hawa lembap dengan suhu 24–31 derajat Celsius terasa menyelimuti. Menjelang tengah hari, rintik hujan mulai turun perlahan, membasahi jalanan dan memperlambat laju kendaraan.
Bergeser ke Madura, seperti Bangkalan dan Pamekasan, angin barat berembus cukup kencang. Awan tebal bergerak pelan sebelum akhirnya hujan ringan turun di siang hari. Kelembapan udara yang tinggi membuat suasana terasa lebih gerah sebelum akhirnya udara mendingin setelah diguyur hujan.
Sementara di wilayah tapal kuda seperti Probolinggo dan Situbondo, hujan diperkirakan turun dengan intensitas sedang pada siang hingga sore. Sesekali udara tampak kabur, membuat jarak pandang menurun dan suasana terasa lebih sendu.
Di kawasan Mataraman seperti Kediri dan Madiun, hujan ringan merata sejak siang. Suhu yang berkisar 22–30 derajat Celsius memberi kesejukan tersendiri setelah pagi yang lembap. Rintik hujan di atap rumah dan dedaunan menghadirkan irama yang akrab bagi warga.
Sedangkan di dataran tinggi seperti Kota Batu dan Malang, udara terasa lebih dingin. Suhu di Kota Batu bahkan turun hingga 17 derajat Celsius. Kabut tipis dan hujan ringan berpadu, menciptakan suasana yang syahdu namun tetap perlu diwaspadai.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap jalan licin, genangan air, dan potensi gangguan jarak pandang. Di balik suasana mendung yang menghadirkan ketenangan, tetap ada risiko yang perlu diantisipasi.
Hari ini, langit Jawa Timur seakan mengajak warganya untuk melangkah lebih pelan, lebih hati-hati, dan lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang datang tanpa banyak aba-aba. (*)






