KabarBaik.co – Dua provinsi penyangga utama perekonomian Pulau Jawa, Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng) resmi memperkuat sinergisitas dengan menandatangani 11 naskah perjanjian kerja sama lintas sektor. Langkah strategis ini dilakukan untuk mempererat konektivitas wilayah, memangkas jarak logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi kedua daerah.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut digelar secara khidmat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Jumat (24/10) malam, disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Sebanyak 11 perjanjian ini mencakup spektrum kolaborasi yang luas, mulai dari penguatan sektor perdagangan, industri, ketahanan pangan, pertanian, peternakan, hingga optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejumlah dinas dan badan usaha yang terlibat dalam kesepakatan ini antara lain Dinas Ketahanan Pangan Jateng dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Jatim, Diskop dan UKM kedua provinsi, serta sinergi antar BUMD vital seperti PT. Jateng Petro Energi dengan PT Petrogas Jatim Utama, dan PT. Jateng Agro Berdikari dengan PT. Jatim Grha Utama. Turut serta pula Kamar Dagang dan Industri (KADIN) serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) kedua provinsi.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kolaborasi ini, menegaskan pentingnya sinergi untuk menciptakan konektivitas ekonomi yang lebih luas.
“Terima kasih, Bapak Gubernur Jawa Tengah beserta jajaran, yang telah berinisiatif. Harapan kita cuma satu: sinergisitas, kolaborasi, dan implementasi yang harus disegerakan,” ujar Khofifah penuh semangat.
Khofifah optimistis, kerja sama ini akan memaksimalkan potensi besar di kedua daerah karena sifat sektor unggulannya yang saling melengkapi. Ia lantas memberikan beberapa contoh konkret yang akan segera terwujud.
“Konektivitas antara Jawa Timur dan Jawa Tengah ini ‘nyambung banget.’ Kita bisa menyegerakan pengiriman susu dari Jatim ke Jateng. Ada juga kebutuhan tembakau rajang Jatim untuk Jateng. Sebaliknya, kita membutuhkan banyak suplai gula merah dan gula kristal yang tersedia di Jawa Tengah,” jelasnya.
Menurut Khofifah, kolaborasi ini memastikan bahwa elemen-elemen strategis di kedua provinsi tidak hanya terhubung secara institusional, tetapi juga dari sisi kepentingan kemajuan ekonomi bersama.
Selain fokus pada sektor ekonomi, Gubernur Khofifah juga menyoroti pentingnya kolaborasi di sektor pendidikan sebagai fondasi penting menuju Visi Indonesia Emas 2045.
“Bersama-sama, kalau kita ingin tumbuh, bangkit, dan maju bersama, kita harus menyiapkan SDM kita. Kita harus menyiapkan bibit pemimpin masa depan untuk 2045,” tegasnya.
Sebagai bentuk nyata kolaborasi pendidikan, Khofifah menawarkan peluang bagi pelajar dari Jawa Tengah. Mengingat Jatim telah enam tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan siswa terbanyak diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jalur SNBP, Khofifah mengusulkan kerja sama pendidikan.
“Kami memiliki enam SMA Taruna yang lulusannya terbukti unggul. Jika Pak Gubernur Jateng berkenan, kita bisa MoU antar Dinas Pendidikan. Kami siapkan kuota 20 persen untuk SMA Taruna kami bagi tetangga, yaitu Jawa Tengah. Dengan ini, kita maju dan sukses bersama,” pungkasnya.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menilai 11 kerja sama ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah.
“Kami bisa datang dan bertemu dengan Ibu Gubernur yang kami banggakan dan menjadi idola para gubernur di Indonesia. Kerja sama hari ini adalah untuk meningkatkan kegiatan yang akan menumbuhkembangkan ekonomi baru di Jawa Timur dan Jawa Tengah,” tutur Luthfi.
Mengakhiri pertemuan, Gubernur Luthfi mengundang Gubernur Khofifah untuk melakukan kunjungan balasan ke Jawa Tengah. Ini bertujuan untuk terus mempererat hubungan baik antardaerah dan memastikan kerja sama yang telah terjalin dapat terus meluas dan memberikan kontribusi terbaik bagi seluruh masyarakat di kedua provinsi.






