KabarBaik.co, Surabaya – Pemprov Jatim terus berupaya menyelesaikan persoalan pelintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu. Kadishub Jatim Nyono mengungkapkan bahwa jumlah titik perlintasan tanpa penjaga kini telah berkurang drastis, menyisakan 213 titik dari semula 555 titik.
Data tersebut disampaikan Nyono usai mendampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melepas keberangkatan Mudik Gratis di depan Kantor Dishub Jatim, Kamis (19/3).
“Sejak 2022 hingga 2025, sudah lebih dari 300 titik yang kita selesaikan. Dari jumlah itu, Ibu Gubernur Khofifah berkontribusi membangun 132 titik,” ujar Nyono.
Capaian ini bahkan mengantarkan Gubernur Khofifah meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Target Penutupan dan Skema 2027
Nyono menjelaskan bahwa dari 213 titik yang tersisa, sekitar separuhnya memiliki lebar di bawah 1,5 meter. Perlintasan sempit ini rencananya akan ditutup permanen karena dianggap tidak layak untuk kendaraan roda empat.
“Perkiraan kami nanti tinggal sekitar 100 titik yang perlu diselesaikan. Targetnya, Jawa Timur benar-benar bebas dari perlintasan tanpa penjaga pada tahun 2027,” tegasnya. Untuk tahun 2026, Dishub menargetkan minimal 6 palang pintu baru, namun jumlah ini bisa melonjak hingga 50 titik jika ada penyesuaian anggaran.
Fokus pengamanan saat ini diarahkan ke wilayah timur seperti Lumajang, Jember, dan Banyuwangi, serta jalur rel ganda (double track) yang memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi. Upaya masif ini terbukti efektif menurunkan angka kecelakaan perlintasan dari dua digit menjadi hanya 9 titik kejadian.
Info Penyeberangan dan TransJatim Gratis
Terkait arus mudik, Nyono memastikan kondisi Pelabuhan Ketapang saat ini lancar tanpa antrean panjang berkat optimalisasi tiga dermaga bongkar muat cepat. Sebaliknya, kepadatan terpantau bergeser ke Pelabuhan Gilimanuk.
Kabar baik juga datang bagi pengguna transportasi publik. Atas arahan Gubernur Khofifah, layanan Trans Jatim akan digratiskan selama dua hari pada hari pertama dan kedua Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
“Gratis untuk semua rute Trans Jatim di wilayah Gerbangkertosusila, kecuali layanan luxury,” jelas Nyono. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di tengah prediksi pergerakan 24,9 juta orang yang masuk ke Jawa Timur pada musim mudik tahun ini. (*)







