KabarBaik.co, Sidoarjo– Di balik hamparan sawah Desa Rejeni, Kecamatan Krembung, Sidoarjo, tersimpan kisah keteguhan hati seorang perempuan lanjut usia yang tak pernah menyerah pada keadaan.
Juwariyah, 73, seorang petani sederhana, akhirnya mampu mewujudkan impian sucinya untuk menunaikan ibadah haji setelah menabung selama 17 tahun.
Bagi Juwariyah, keinginan menjejakkan kaki di Tanah Suci bukanlah angan-angan sesaat. Niat itu telah lama tertanam kuat dalam dirinya. Meski hanya mengandalkan hasil bertani, ia tetap konsisten menyisihkan sebagian rezekinya sedikit demi sedikit.
“Saya orang Islam, jadi saya ingin Islam saya sempurna,” tuturnya lirih, Rabu (6/5).
Namun, di balik perjalanan panjang itu, tersimpan kisah haru yang mendalam. Awalnya, Juwariyah berniat berangkat ke Tanah Suci bersama sang suami. Keduanya telah merencanakan ibadah haji sebagai puncak perjalanan spiritual mereka. Namun takdir berkata lain, sang suami lebih dulu berpulang pada tahun 2024.
“Sebenarnya ingin berangkat bersama suami, tapi Tuhan berkehendak lain,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Kepergian pasangan hidupnya menjadi pukulan berat. Meski demikian, Juwariyah tetap teguh melanjutkan niatnya. Kursi pendamping yang semula untuk sang suami, akhirnya digantikan oleh keponakannya yang akan menemaninya berhaji.
Perjalanan panjang itu pun penuh perjuangan. Dari hasil panen yang tak selalu pasti, Juwariyah tetap berusaha menabung. Setiap ada sisa rezeki, ia titipkan kepada anak-anaknya, dengan nominal yang tak menentu mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta, sesuai kondisi hasil sawah.
Kesabarannya kembali diuji saat harus menunggu antrean keberangkatan sejak resmi mendaftar pada 2012. Namun, penantian panjang itu tak pernah menyurutkan rasa syukurnya. Baginya, setiap proses adalah bagian dari ikhtiar dan doa yang terus ia panjatkan.
Kini, hari yang dinantikan itu semakin dekat. Perempuan tangguh asal Krembung tersebut tinggal menghitung waktu untuk berangkat ke Makkah. Dukungan dari keempat anaknya menjadi kekuatan tersendiri, sebagai bentuk balas bakti atas perjuangan sang ibu yang telah membesarkan dan menyekolahkan mereka.
Kisah Juwariyah menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih impian. Meski harus kehilangan sosok yang dicintai di tengah perjalanan, niat tulus dan keteguhan hati mampu mengantarkannya menuju panggilan suci. (*)






