Jejak Peradaban 44.000 Tahun, SIG dan Semen Tonasa Jaga Kelestarian Lukisan Cadas Tertua Dunia di Bulu Sipong

oleh -86 Dilihat
IMG 20260307 WA0009 scaled
SIG bersama anak usahanya PT Semen Tonasa dalam melindungi warisan budaya dunia sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

KabarBaik.co, Jakarta – Leang atau Gua Bulu Sipong 4 di kawasan Bukit Bulu Sipong menjadi saksi penting perjalanan peradaban manusia. Di dalam gua ini terdapat lukisan cadas tertua di dunia yang diperkirakan berusia sekitar 44.000 tahun, menggambarkan adegan perburuan binatang oleh manusia pada era prasejarah.

Keberadaan situs purbakala tersebut tidak hanya bernilai sejarah tinggi, tetapi juga menjadi bukti komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bersama anak usahanya PT Semen Tonasa dalam melindungi warisan budaya dunia sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Situs cagar budaya Bulu Sipong 4 berada di area tambang tanah liat milik PT Semen Tonasa yang terletak di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Berdasarkan buku Cultural Heritage Management Plan yang diterbitkan PT Semen Tonasa, gua prasejarah ini pertama kali ditemukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Makassar pada 2016. Penemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penelitian penanggalan terhadap lukisan cadas yang ada di dalam gua.

Selanjutnya, PT Semen Tonasa menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan untuk memastikan perlindungan terhadap situs prasejarah tersebut.

Atas rekomendasi SIG sebagai induk perusahaan, PT Semen Tonasa kemudian menetapkan kawasan Bukit Bulu Sipong seluas 31,64 hektare atau sekitar 11,3 persen dari total lahan tambang seluas 280 hektare sebagai kawasan konservasi.

Langkah ini diwujudkan melalui peresmian Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Geopark Bulu Sipong pada 18 Mei 2018. Kawasan ini tidak hanya berfungsi melindungi keanekaragaman hayati di sekitar area tambang, tetapi juga menjaga kawasan geopark serta situs arkeologi yang berada di dalamnya.

Seiring waktu, Bulu Sipong 4 yang menjadi salah satu geosite di kawasan Geopark Maros-Pangkep akhirnya resmi masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark berdasarkan keputusan Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-216 di Paris, Prancis pada 2023.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan bahwa penetapan kawasan Bulu Sipong sebagai area konservasi menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menjalankan pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan kegiatan industri dengan pelestarian lingkungan serta nilai-nilai budaya.

Menurutnya, kawasan ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus media promosi sejarah dan peradaban kepada masyarakat luas.

“Perusahaan juga berkolaborasi dengan LPPM Universitas Hasanuddin dalam menyusun Cultural Heritage Management Plan untuk situs prasejarah Bulu Sipong 4. Dokumen ini menjadi panduan pengelolaan warisan budaya milik perusahaan agar dapat dikelola secara berkelanjutan dan tetap mempertahankan nilai sejarah yang ada,” ujar Vita Mahreyni, Sabtu (7/3).

Dalam pengelolaannya, PT Semen Tonasa juga bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX. Kolaborasi ini meliputi pemantauan getaran dan kualitas udara ambien secara berkala di sekitar kawasan situs.

Selain itu, perusahaan melakukan berbagai langkah mitigasi, seperti pengecoran jalan sepanjang 1.800 meter dan penyiraman rutin jalan tambang untuk mengurangi debu. Upaya lain yang dilakukan adalah edukasi kepada karyawan dan masyarakat mengenai pentingnya pelestarian situs prasejarah.

Perusahaan juga memasang rambu dan pembatas akses melalui pembangunan pagar sepanjang 1.900 meter di sekitar kawasan konservasi, serta melakukan revegetasi guna menjaga keseimbangan lingkungan.

Selain menyimpan jejak sejarah peradaban manusia, Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong juga menjadi habitat alami bagi berbagai jenis flora dan fauna.

Hingga 2025, tercatat terdapat 25 jenis flora dengan total populasi mencapai 2.898 pohon. Beberapa di antaranya merupakan tanaman endemik Sulawesi seperti eboni (Diospyros celebica), kayu kuku (Pericopsis mooniana), dan bitti (Vitex cofassus).

Kawasan ini juga menjadi tempat hidup bagi 41 jenis satwa liar yang terdiri atas 37 jenis burung, dua jenis primata, satu jenis unggas, dan satu jenis reptil. Secara keseluruhan, jumlah satwa yang terpantau hingga 2025 mencapai 869 ekor.

Di antaranya terdapat primata endemik Sulawesi yang dilindungi, seperti monyet dare (Macaca maura) dan tarsius.
Vita Mahreyni menambahkan, keberadaan Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong memiliki peran penting sebagai benteng perlindungan keanekaragaman hayati sekaligus penjaga keseimbangan ekosistem di kawasan tersebut.

Pada 2025, nilai Indeks Keanekaragaman Hayati flora di kawasan ini tercatat meningkat menjadi 1,54, dari sebelumnya 1,38 pada 2020. Sementara itu, Indeks Kehati fauna juga naik menjadi 2,85 dari 2,51 pada periode yang sama.

“Kenaikan indeks tersebut menunjukkan bahwa kondisi lingkungan di kawasan Bulu Sipong semakin terjaga dan asri, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap keanekaragaman hayati dan warisan arkeologi di dalamnya,” kata Vita.

Berkat berbagai inisiatif strategis tersebut, SIG dan PT Semen Tonasa juga mendapat apresiasi di tingkat internasional. Perusahaan diundang sebagai narasumber dalam forum SPAFA International Conference on Southeast Asian Archaeology and Fine Arts (SPAFACON) 2024 serta Indonesia Geopark Leader Forum 2025, untuk memaparkan program perlindungan situs Bulu Sipong dan konservasi keanekaragaman hayati yang dijalankan perusahaan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.