Jelajah Kuliner Magetan: Surganya Pecinta Makanan Tradisional

oleh -401 Dilihat
sate jamur
Foto salah satu kuliner magetan yang wajib di coba bikin ketagihan (Pinterest)

KabarBaik.co- Bosan dengan kuliner kota yang monoton? Sudah saatnya kamu melebarkan sayap untuk bertualang ke Jawa Timur, khususnya Kabupaten Magetan! Magetan dikenal sebagai tuan rumah dari beragam kuliner tradisional lezat yang dijual dengan harga bersahabat.

Mencoba kuliner di sana banyak keuntungannya, lho! Pasalnya, tidak hanya memuaskan perut, mencicipi wisata kuliner Magetan juga bisa memperkaya pemahaman kita tentang warisan budaya Jawa Timur. Magetan bertetangga dengan wilayah kota dan kabupaten Madiun, Ponorogo, dan Ngawi. Meskipun namanya tidak sepopuler Madiun, tapi Magetan kaya akan tempat wisata dan kuliner yang sulit untuk dilupakan. Kira-kira apa saja yaa kuliner yang ada di Magetan? Yuk simak  dibawah ini!

1. Sego Rogoh

sego rogoh

Sego Rogoh merupakan kuliner khas yang dapat kamu jumpai di Magetan. Sego rogoh menjadi kuliner andalan Desa Pacalan. Sajian ini terdiri dari nasi yang dimasak dengan sari jrembak, ayam suwir, serundeng, dan oseng daun pepaya.

Istilah sego rogoh didapatkan dari cara menyantap makanan dengan cara merogoh. Sebab, hidangan ini disajikan di dalam kendil yang terbuat dari tanah liat yang bentuknya hampir serupa mangkok.

2. Ayam Panggang Gandu.

ayam gandu

Kuliner yang wajib kalian cicipi adalah ayam panggang yang teletak di Jalan Raya Ngawi Madiun tepatnya di Desa Gandu, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan. Desa Gandu disebut sebagai sentra ayam panggang karena mayoritas warga di sana memproduksi ayam panggang dan menjualnya secara langsung dari rumah masing-masing. Salah satu home industry ayam panggang yang terkenal adalah milik Bu Setu.

Ayam yang digunakan Bu Setu adalah ayam kampung yang dipanggang dengan cara tradisional, yaitu diletakkan di atas tungku tanah liat berbahan bakar kayu selama beberapa jam sambil dibolak-balik dan diolesi bumbu. Dua varian bumbu yang menjadi primadona di sana adalah bumbu pedas dan bumbu gurih ditambah dengan sambal terasi, sambal bawang, aneka macam lalapan segar, trancam, bothok, dan nasi putih hangat. Sekali mencicipinya dijamin ingin nambah lagi dan lagi.

3. Getuk Lindri

getuk lindri

Sebenarnya, getuk lindri adalah kudapan tradisional yang berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Akan tetapi, Magetan punya versinya tersendiri.

Terbuat dari ketan yang diolah dan dibentuk mirip kelereng, getuk lindri kerap diisi dengan kelapa parut atau gula kelapa. Makanan ini biasanya dihadirkan sebagai bagian dari perayaan atau dijadikan oleh-oleh.

4. Sate Jamur

sate jamur

Bosan dengan sate ayam atau kambing? Cobalah sate jamur khas Magetan! Olahan jamur yang dibumbui dengan bumbu kacang yang gurih dan sedikit manis ini dijamin akan membuatmu ketagihan. Jangan salah, meskipun terbuat dari jamur, sate ini memiliki tekstur yang kenyal dan rasa yang sangat lezat. Dijamin, kamu akan mengubah pandanganmu tentang jamur setelah mencicipi sate jamur ini.

5. Pecel Pincuk.

pecel pincuk

Pecel pincuk sebenarnya hampir sama dengan pecel Madiun pada umumnya. Makanan ini merupakan makanan sehari-hari warga di sekitaran Magetan. Dinamakan pecel pincuk karena satu porsi nasi beserta sayuran hijau dan sambel kacang disajikan di atas wadah daun pisang atau daun jati yang dijepit dengan lidi pada salah satu sudutnya. Warung yang menjual pecel pincuk dapat ditemui dengan mudah di berbagai sudut wilayah Magetan sepanjang hari.

6. Nasi Menok

nasi menok

Nasi menok atau kerap disebut dengan sego menok merupakan kuliner khas Magetan. Sajian ini terbuat dari beras yang dimasak setengah matang. Kemudian dicampur dengan santan, garam, dan daun salam. Nasi menok kemudian dibungkus menggunakan daun pisang kepok, dan dikukus hingga matang. Sajian ini biasanya dihidangkan bersama urap, botok, atau lento. Cita rasa nasi menok gurih dan asin.

Tersedia beberapa pilihan lauk seperti ayam goreng, ikan asin, tempe, dan tahu bacem. Nasi menok biasanya diletakkan di atas lemper atau piring dari tanah liat yang telah diberi alas daun.

7. Tepo Baron

tape baron

Tepo baron merupakan sajian tradisional yang tampak serupa lontong. Tepo baron sama-sama dibuat dari beras yang dibungkus dengan daun pisang, serta dimasak dengan cara dikukus. Meskipun sekilas sama, tepo baron memiliki bentuk seperti piramida dan dihidangkan dengan tambahan lainnya.

Seporsi berisi tepo, tahu telur, tauge, kacang goreng, dan siraman kuah dari bawang putih, cabai rawit, gula merah, kecap manis, air asam jawa, dan garam. Cita rasa tepo baron perpaduan rasa manis, asam, dan pedas. Tepo baron bisa dijumpai di Desa Baron.

8. Jerangking.

jakaring

Jerangking adalah makanan ringan terbuat dari beras ketan yang dipanggang. Seklias jerangking mirip lempeng karena bentuk dan warnanya sama tetapi jerangking berukuran lebih kecil dari lempeng. Rasanya enak, gurih, dan yang pasti bebas kolesterol karena dimasak tanpa minyak sama sekali. Cemilan ini dapat ditemui di hampir semua toko oleh-oleh Magetan.

9. Wedang Cemue

wedang

Wedang cemue adalah minuman tradisional khas Magetan yang menyajikan kehangatan dan aroma rempah. Campuran jahe, kayu manis, dan rempah-rempah lainnya menciptakan hidangan yang cocok dinikmati di cuaca sejuk. Menu satu ini pas banget disantap bersama roti. Roti bisa kamu sobek dan diaduk ke dalam wedang, atau dicelup agar teksturnya tidak terlalu lembek.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Lilis Dewi


No More Posts Available.

No more pages to load.