Jelajahi Pesona Anjasmoro: 7 Fakta Unik Gunung Perawan di Jantung Jawa Timur

oleh -601 Dilihat
Ilustrasi gunung anjasmoro yang menyimpan banyak fakta menari (Pinterest)

KabarBaik.co- Fakta Menarik Gunung Anjasmoro, Surga Tersembunyi di Jawa Timur . Gunung Anjasmoro mungkin bukan nama pertama yang terlintas di benak Sobat Jelajah ketika mendengar tentang gunung-gunung di Jawa Timur. Meski begitu, gunung dengan ketinggian 2.277 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini adalah permata tersembunyi yang menyimpan keindahan alam, sejarah, dan mitos yang menarik. Gunung ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Mojokerto, Jombang, dan Malang, menjadikannya salah satu gunung yang strategis untuk dijelajahi. Yuk, kita kulik 7 fakta menarik Gunung Anjasmoro yang pastinya akan membuatmu ingin segera menjelajahinya!

1. Gunung dengan Panorama yang Beragam

Gunung Anjasmoro menawarkan pemandangan yang begitu beragam. Sobat Jelajah akan menemukan hamparan hutan tropis, kebun teh, lembah hijau, hingga padang savana. Keanekaragaman ini menjadikan setiap langkah di jalur pendakiannya begitu memukau.

Salah satu daya tarik utama adalah Puncak Cemoro Sewu, yang memberikan panorama 360 derajat ke berbagai arah. Dari puncak, kamu bisa melihat Gunung Arjuno, Welirang, dan Semeru menjulang di kejauhan. Selain itu, sunrise di sini juga terkenal sangat indah, dengan warna emas yang melukis langit.

2. Mitos tentang Nama Anjasmoro

Nama Gunung Anjasmoro memiliki kisah legenda yang menarik. Konon, nama ini berasal dari seorang putri cantik bernama Dewi Anjasmoro, tokoh dalam kisah rakyat Jawa yang erat kaitannya dengan Kerajaan Majapahit. Dewi Anjasmoro dikenal karena kecantikannya dan konon gunung ini dinamai untuk menghormati kecantikannya yang abadi.

Bagi masyarakat setempat, Gunung Anjasmoro juga dianggap sakral. Banyak pendaki yang meyakini bahwa gunung ini memiliki aura magis yang melindungi siapa saja yang menghormati adat dan tradisi setempat.

3. Destinasi Pendakian yang Relatif Sepi

Dibandingkan gunung-gunung lain di Jawa Timur seperti Semeru atau Arjuno, Gunung Anjasmoro masih tergolong sepi dari pengunjung. Hal ini menjadikannya destinasi ideal bagi Sobat Jelajah yang ingin mendaki tanpa keramaian.

Namun, jangan anggap enteng! Jalur pendakian Gunung Anjasmoro cukup menantang, dengan trek berbatu, licin, dan medan yang curam. Meski demikian, rasa lelah akan terbayar lunas saat kamu menikmati keindahan alamnya yang masih perawan.

4. Air Terjun yang Mempesona di Kaki Gunung

Di sekitar kaki Gunung Anjasmoro, terdapat beberapa air terjun yang mempesona, salah satunya adalah Air Terjun Watu Ondo. Air terjun ini memiliki aliran air yang jernih dan suasana yang asri, cocok untuk melepas penat sebelum atau sesudah mendaki.

Air terjun lainnya seperti Air Terjun Coban Kembar dan Coban Pitu juga menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang ingin menjelajahi keindahan di sekitar gunung ini tanpa harus mendaki hingga puncak.

5. Terdapat Situs Bersejarah yang Sarat Makna

Di lereng Gunung Anjasmoro, Sobat Jelajah bisa menemukan beberapa situs bersejarah peninggalan zaman kuno. Salah satu yang terkenal adalah Petirtaan Sumberawan, sebuah mata air suci yang diyakini sebagai tempat pembersihan spiritual pada masa Kerajaan Singasari dan Majapahit.

Selain itu, ada juga situs Candi Kedatonyang merupakan peninggalan Hindu-Buddha. Lokasi ini semakin menambah daya tarik Gunung Anjasmoro, menggabungkan wisata alam dan sejarah dalam satu perjalanan.

6. Habitat bagi Flora dan Fauna Langka

Gunung Anjasmoro adalah rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna khas pegunungan. Sobat Jelajah dapat menemukan bunga edelweiss di dekat puncaknya, serta beragam anggrek liar di hutan-hutannya.

Untuk fauna, gunung ini menjadi habitat bagi elang Jawa, lutung, dan berbagai jenis burung endemik. Jika beruntung, kamu juga bisa melihat rusa liar yang hidup bebas di kawasan ini. Keanekaragaman hayati di Gunung Anjasmoro menjadikannya salah satu kawasan penting untuk konservasi.

7. Jalur Pendakian yang Menantang dan Memikat

Gunung Anjasmoro memiliki beberapa jalur pendakian yang bisa dipilih sesuai tingkat kesulitan. Jalur yang paling populer adalah Jalur Rejosari di Kabupaten Mojokerto. Pendakian ini terkenal dengan medan yang cukup menantang namun menawarkan pemandangan yang luar biasa.

Jalur lain seperti Jalur Pujon dan Jalur Pacet juga menjadi pilihan menarik. Masing-masing jalur memiliki karakteristik unik, seperti melewati perkebunan teh, hutan pinus, atau sungai-sungai kecil. Pastikan Sobat Jelajah memilih jalur yang sesuai dengan kondisi fisik dan pengalaman mendaki.

Demikianlah 7 fakta menarik tentang Gunung Anjasmoro, sebuah permata tersembunyi di Jawa Timur yang menawarkan kombinasi sempurna antara keindahan alam, kekayaan sejarah, dan ketenangan. Dari puncaknya yang menyajikan panorama 360 derajat hingga air terjun yang mempesona di kakinya, Anjasmoro menjanjikan pengalaman mendaki yang tak terlupakan. Jika yang ingin  Jelajah mencari destinasi yang masih asri, jauh dari keramaian, namun tetap menantang dan sarat makna, Gunung Anjasmoro adalah pilihan yang tepat. Siapkan fisik, mental, dan jangan lupa untuk selalu menghormati alam serta kearifan lokal. Selamat menjelajah!

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: M Fairuz Affandi
Editor: Lilis Dewi


No More Posts Available.

No more pages to load.