Jelang Idul Adha, DKPP Jember Intensifkan Cek Hewan Kurban dan Gencarkan Vaksin PMK

oleh -131 Dilihat
Salah satu tempat pedagang hewan kurban di Jember. (Ist)
Salah satu tempat pedagang hewan kurban di Jember. (Ist)

KabarBaik.co, Jember – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jember mengintensifkan pemeriksaan dan pengawasan hewan ternak. Langkah ini diambil untuk memastikan kesehatan hewan kurban terjaga, mulai dari lapak penjualan dadakan hingga Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) DKPP Jember, Henry Kurniawan Mulyodiputro, menyatakan bahwa penelusuran kesehatan hewan telah diperketat sejak pertengahan Mei 2026. Pengawasan ini krusial mengingat mulai maraknya kandang penjualan hewan kurban di pinggir jalan, terutama di kawasan perkotaan.

“Sejak 18 Mei 2026, kami sudah melakukan survei awal ke pedagang yang mendirikan kandang penjualan hewan kurban,” ujar Henry, Jumat (22/5).

Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan memenuhi syarat syariat dan kesehatan. Salah satu fokus utama DKPP adalah mengantisipasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Sebagai langkah antisipasi dari tahun-tahun sebelumnya, kami telah menyuntikkan vaksin kepada 40 ribu ekor hewan ternak untuk meminimalisasi PMK. Program vaksinasi ini akan terus berjalan sepanjang tahun,” imbuhnya.

Henry menambahkan, penularan PMK di Jember saat ini relatif terkendali. Kasus terakhir ditemukan pada Februari 2026 lalu, di mana hanya ada dua ekor sapi yang teridentifikasi positif dan langsung ditangani dengan cepat.

Untuk memaksimalkan pengawasan, DKPP Jember juga menggandeng berbagai organisasi kesehatan hewan untuk turun langsung ke seluruh kecamatan di Jember.

“Kami menyiagakan puluhan tenaga kesehatan hewan untuk melakukan pemeriksaan antemortem (sebelum disembelih) dan postmortem (setelah disembelih),” jelasnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan komprehensif ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit dalam yang berbahaya jika dikonsumsi manusia. Tim di lapangan akan memastikan organ dalam hewan kurban terbebas dari penyakit seperti cacing hati atau gangguan paru-paru.

Tak lupa, Henry mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas RPH saat hari penyembelihan. Saat ini, Jember telah memiliki 11 RPH yang siap beroperasi.

“Di RPH, kami sudah menyiapkan disinfektan dan berbagai perlengkapan yang memadai. Hal ini dilakukan demi menjamin kualitas dan kebersihan daging kurban yang akan didistribusikan,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.