KabarBaik.co, Banyuwangi – Permintaan manisan buah asal Banyuwangi meningkat pesat selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 2026.
Dalam kondisi normal, penjualan per bulan hanya berkisar satu kuintal. Namun saat momentum hari besar umat Islam ini, penjualannya melonjak hampir 30 kali lipat.
Seperti yang diungkapkan Sumiyati, pedagang manisan buah asal Desa Pesucen, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Ia mengaku dua bulan jelang Lebaran sudah kebanjiran pesanan. Total sudah tiga ton yang ia jual.
“Biasanya sebulan paling banyak sekuintal, ini menjelang lebaran sudah tiga ton yang saya jual. Permintaan sudah ramai sejak bulan lalu,” kata Sumiyati.
Sumiyati mengaku permintaan datang dari pedagang eceran hingga pelanggan lama yang rutin mengambil dalam jumlah besar untuk stok Ramadan dan Idulfitri. Selain dari Banyuwangi, pelanggannya banyak dari daerah Surabaya, Cirebon, Sidoarjo, dan Probolinggo.
Sumiyati tidak memproduksi sendiri manisan tersebut. Ia bermitra dengan puluhan pengerajin manisan yang ada di desanya.
Total ada tujuh jenis manisan buah yang ia jual diantaranya pala, tomat, cermei, mangga, asem, pepaya, dan belimbing wuluh. Untuk harga, manisan pala paling murah yakni Rp 35 ribu per kilogram dan tomat jadi termahal Rp 50 ribu per kilogram.
Sedangkan cermei, asem, mangga, dan belimbing wuluh masing-masing dibanderol Rp 45 ribu per kilogram.
“Yang paling laris pala, asem, sama cermei,” ujarnya.







