KabarBaik.co – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), agen gas LPG 3 kg memastikan stok dan pasokan di wilayah Jember berada dalam kondisi aman.
Salah satu Pemilik agen LPG Fandi Setia Laksana menyampaikan pihaknya telah mengambil langkah antisipasi, termasuk koordinasi dengan Pemda dan Pertamina.
“Persiapan kami yang jelas adalah menyiapkan tabung-tabung agar pendistribusiannya tepat,” ujar Fandi, Sabtu (6/12).
Fandi memprediksi, lonjakan permintaan gas melon ini akan mulai terasa pada pertengahan Desember.
“Biasanya peningkatan mulai terjadi di tanggal 15. Kenaikan permintaan diperkirakan bisa mencapai 20 persen hingga 30 persen,” katanya.
Meskipun begitu, Fandi menyatakan hingga saat ini peningkatan permintaan belum terjadi, dan kondisi di lapangan masih terpantau stabil.
Menanggapi potensi kelangkaan dan berdekatan dengan periode bulan puasa, dan banyak SPPG di Jember, Fandi mengaku telahmengambil langkah ketat untuk mencegah penyalahgunaan.
“Kamuli sebagai agen-agen Elpiji dan Hiswana Migas akan terus berkoordinasi untuk mencegah kehabisan stok dan kelangkaan, terutama mengingat berdekatan dengan bulan puasa,” katanya.
“Soal SPPG, kami telah menghimbau ke seluruh pangkalan untuk tidak menjual tabung gas bersubsidi (3 kg) ke SPPG. Justru kita lakukan sosialisasi penggunakan Bright Gas atau yang 50 kg,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ia juga fokus untuk mekanisme pengamanan yang dilakukan dengan memperketat pengawasan di pangkalan untuk mengantisipasi potensi kecurangan dalam penggunaan gas bersubsidi.
“Sebenarnya SPPG itu tidak masuk akal jika menggunakan tabung 3 kg yang bersubsidi. Namun, jika ada yang menggunakan 3 kg, itu mungkin untuk kebutuhan dapur, seperti rice steamer. Tapi isu tersebut belum tentu benar adanya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sejauh ini belum menemukan adanya penggunaan tabung 3 kg di dapur SPPG yang telah ia tinjau. (*)








