KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban melakukan pertemuan dengan Perum Bulog Bojonegoro yang membawahi wilayah Kabupaten Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan. Pertemuan dilakukan menjelang puncak panen raya yang diprediksi terjadi pada Maret mendatang.
Pertemuan tersebut bertujuan mendukung program pemerintah pusat untuk menyerap 3 juta ton gabah dari para petani. Para petani di Kabupaten Tuban diharapkan ikut serta mendukung program Kementerian Pertanian tersebut dengan menjual gabah hasil panennya ke Bulog.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban Eko Julianto mengatakan, Bulog memiliki harga jual gabah yang sangat baik, yaitu Rp 6.500 perkilogram. Dengan harga segitu diharapkan petani tidak lagi menjual gabah ke para tengkulak ketika masa panen raya tiba.
“Dengan menjual hasil pertanian ke Bulog, petani akan mendapat harga yang lebih tinggi dibandingkan saat dijual ke tengkulak,” kata Eko, Jumat (31/1). Dia menjelaskan, forum ini menjadi wahana untuk membuat kesepakatan bersama meningkatkan nilai tambah petani. Sekaligus mencari cara untuk menggugah gairah generasi muda untuk bertani.
Dalam waktu tiga tahun terakhir, lanjut Eko, jumlah petani di Kabupaten Tuban mengalami penurunan hingga 13 persen. Kondisi tersebut disebabkan citra yang melekat pada profesi petani yang cenderung rugi. “Harapannya langkah yang akan diambil dapat meningkatkan kesejahteraan profesi petani sehingga banyak anak muda antusias untuk bertani,” harapnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban, Endro Budi Sulistyo menyatakan, pemerintah pusat menargetkan dapat menyerap beras dari petani hingga 3 juta ton. Petani Tuban diharapkan mendukung program pemerintah dengan menjual gabahnya ke Bulog. “Bulog bersama DKP2P Tuban akan melakukan pemetaan wilayah pertanian. Nantinya, setiap kecamatan akan mendapat target jumlah gabah yang akan diserap,” katanya.
Pimpinan Kancab Bulog Bojonegoro, Ferdinan Dharma Atmaja meminta petani menjaga kualitas pertaniannya. Hasil pertanian dapat dijual ke Bulog melalui SPP di Bojonegoro atau melalui mitra Bulog yang tersebar di beberapa kecamatan. “Perum Bulog akan membeli gabah kering panen dengan harga minimal Rp 6.500 per kilo,” jelasnya.
Ferdinan mendorong Gapoktan untuk bermitra dengan Bulog. Dia berpesan agar Gapoktan yang hadir dalam pertemuan ini dapat menyebarluaskan informasi yang didapat ke petani di wilayah masing-masing. “Dengan demikian target 3 juta ton beras yang harus diserap dari petani dapat tercapai dan ketahanan pangan dapat terwujud,” pungkasnya. (*)