Jelang Ramadan, Telur Murah dari Program GAYATRI Bojonegoro Diserbu Warga

oleh -97 Dilihat
Penerima manfaat program GAYATRI memanen telor di kandang ayam. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Menjelang bulan suci Ramadan, permintaan telur ayam di Desa Mori, Kabupaten Bojonegoro, meningkat tajam. Warga ramai-ramai membeli telur langsung dari keluarga penerima manfaat (KPM) Program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) karena harganya lebih murah dibandingkan di toko.

Program unggulan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini memang ditujukan untuk membantu keluarga rentan agar memiliki sumber penghasilan mandiri melalui usaha ternak ayam petelur. Kini, dampaknya mulai dirasakan, baik oleh penerima manfaat maupun masyarakat sekitar.

Salah satu KPM, Unun Choirul Amin (44), mengaku mampu memproduksi sekitar 40 hingga 50 butir telur setiap hari. Dari penjualan tersebut, ia bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp50 ribu per hari. “Harga telur biasanya dibeli warga sekitar Rp 26 ribu per kilogram. Hasilnya kami simpan atau tabung, dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk membantu bayar listrik,” ujar Unun, Kamis (12/2).

Menurutnya, memasuki momentum Ramadan, pembeli semakin banyak. Warga yang memiliki hajatan maupun kebutuhan konsumsi rumah tangga memilih membeli langsung ke peternak karena harganya lebih terjangkau. “Menjelang Ramadan ini banyak yang pesan, karena memang lebih murah dibanding beli di toko. Kalau diluar biasanya harga mencapai Rp 28 ribu perkilonya,” tambahnya.

Hal serupa juga dirasakan Sri Ambarwati (37), KPM lainnya, yang mengaku terbantu dengan adanya tambahan penghasilan dari hasil penjualan telur ayam petelur.

Sementara itu, Pendamping KPM GAYATRI Desa Mori, Mohamad Aris (40), menjelaskan bahwa pendampingan rutin terus dilakukan untuk memastikan usaha para KPM berjalan dengan baik. Setiap minggu, tim melakukan pengecekan kondisi ternak dan memantau perkembangan produksi telur.

“Pakan masih tersuplai dengan baik, dan setiap minggu kami selalu melakukan pengecekan. Kami juga membuat grup WhatsApp untuk mempermudah koordinasi. Setiap hari ada diskusi dan sharing soal perawatan ayam,” jelasnya.

Di Desa Mori, terdapat 6 KPM yang dibiayai dari anggaran desa dan 10 KPM dari Program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Total ada 16 keluarga yang saat ini menjalankan usaha ternak ayam petelur melalui Program GAYATRI. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.