Jembatan di Jombang Bolong Diterjang Banjir, Akses Warga Terputus

oleh -310 Dilihat
WhatsApp Image 2026 02 17 at 9.57.06 AM
Penampakan jembatan yang bolong gegara diterjang banjir (istimewa)

KabarBaik.co, Jombang – Sebuah jembatan penghubung antar desa dan antar kecamatan di Dusun Kempreng, Desa Latsari, Mojowarno, Jombang, bolong setelah abutmennya rontok diterjang derasnya arus banjir. Akibatnya, akses warga terpaksa ditutup total karena jembatan tak lagi aman dilintasi.

Kepala Desa Latsari, Muslikan, mengatakan kerusakan terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari.

“Jebolnya tadi pagi saat debit air tinggi. Penahan jembatan tergerus arus, akhirnya bolong,” ujar Muslikan dalam keterangannya Selasa (17/2).

Menurut dia, bagian yang rontok berada di sisi utara jembatan. Sebelumnya, sisi selatan juga sempat mengalami kerusakan serupa dan baru saja selesai diperbaiki sekitar sepekan lalu.

“Yang selatan sebelumnya sudah bolong dan sudah ditangani. Baru selesai seminggu lalu, sekarang gantian sisi utara,” katanya.

Muslikan menyebut jembatan tersebut memang sudah berusia tua. Berdasarkan informasi yang ia ketahui, bangunan itu dibangun sekitar tahun 1950-an.

“Secara usia memang sudah tua, kemungkinan konstruksinya sudah rapuh,” ujarnya.

Lubang yang menganga cukup besar membuat jembatan sangat berbahaya jika tetap dilalui kendaraan. Pemerintah desa pun memutuskan menutup total akses demi keselamatan warga.

“Sekarang tidak bisa dilewati sama sekali,” kata dia.

Padahal, jembatan itu merupakan jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, dengan Desa Tebel, Kecamatan Bareng. Jalur tersebut selama ini menjadi alternatif tercepat menuju wilayah Bareng maupun Ngoro.

“Kalau lewat sini lebih cepat. Sekarang warga harus memutar lebih jauh,” tambahnya.

Tak hanya itu, putusnya akses juga menyulitkan warga Dusun Kempreng dan Dusun Guwo yang menjadikan jalan tersebut sebagai poros penghubung menuju balai desa.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Imam Bustomi, membenarkan kerusakan tersebut.

“Memang sebelumnya sudah ada kerusakan di sisi satunya. Sekarang sisi sebaliknya, abutmennya tergerus air,” ujar Bustomi.

Ia menjelaskan kerusakan kali ini diperkirakan membutuhkan penanganan permanen dan tidak bisa diperbaiki secara darurat seperti sebelumnya.

“Kalau yang sekarang, secara darurat tidak memungkinkan. Harus perbaikan permanen. Untuk sementara ditutup dulu sambil kami siapkan langkah penanganannya,” kata dia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.