KabarBaik.co, Nganjuk – Di Desa Bagor Wetan, Sukomoro, sebuah struktur beton dan baja sepanjang 60 meter dengan lebar 1,8 meter kini berdiri megah, menyambung dua daratan yang selama puluhan tahun terpisah oleh kendala akses.
Bagi ribuan warga setempat, jembatan bernama Perintis Garuda ini ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol harapan baru yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan mendukung ketahanan pangan nasional.
“Kita sudah bisa menyelesaikan salah satu jembatan Perintis Garuda di Jawa Timur, tepatnya di Desa Bagor Wetan. Jembatan Perintis Garuda ini adalah akses, baik untuk ke lahan pertanian, antar kampung, sarana pendidikan seperti sekolah, hingga akses menuju pasar,” ujar Mayjen TNI Rudy Saladin, Pangdam V/Brawijaya, usai acara peresmian yang dilakukan secara virtual oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (9/3).
Peresmian jembatan ini merupakan bagian dari rangkaian peluncuran 218 jembatan di seluruh Indonesia yang dibangun dalam waktu 2,5 bulan oleh Satgas Jembatan yang diketuai Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Kecepatan pembangunan menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menangani tantangan geografis Indonesia yang berada di jalur Ring of Fire, sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan pertanian yang melimpah.
“Indonesia berada di lingkaran wilayah yang penuh dengan potensi bencana. Ini membuat negara kita sesungguhnya kaya dengan banyak mineral penting. Juga membuat tanah kita subur, tapi dari waktu ke waktu kita harus siap menghadapi bencana,” papar Presiden Prabowo melalui sambutan daring.
Sebelum jembatan hadir, kondisi akses yang buruk menjadi momok bagi petani Desa Bagor Wetan dan sekitarnya. Mereka harus menghadapi waktu tempuh yang panjang dan jalan yang rusak untuk membawa hasil panen seperti padi, bawang merah, dan komoditas palawija lainnya ke pasar. Hal ini sering menyebabkan kerusakan atau penurunan kualitas produk, yang berdampak langsung pada pendapatan mereka.
“Harapannya, ini bermanfaat untuk masyarakat desa sekitar, baik dari segi akses ke sarana publik maupun untuk meningkatkan perekonomian dalam rangka peningkatan produksi dan kebutuhan,” jelas Pangdam Rudy Saladin, yang juga mengimbau warga untuk menjaga infrastruktur yang dinantikan selama 4 dekade ini dengan baik.
Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas terwujudnya pembangunan yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Terima kasih kepada Pangdam V Brawijaya dan Kodim 0810 Nganjuk, semoga taraf kehidupan ekonomi masyarakat Nganjuk khususnya Sukomoro lebih meningkat dengan dibangunnya jembatan ini,” ucapnya.
Dengan beroperasinya jembatan Perintis Garuda, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, waktu tempuh dan biaya distribusi dapat ditekan, serta produktivitas hasil pertanian lokal dapat meningkat secara signifikan. Hal ini selaras dengan target pemerintah dalam RAPBN 2026 untuk mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui penguatan infrastruktur dan dukungan program terkait.
“Ini merupakan sinergi kita bersama, pembangunan jembatan ini merupakan salah satu dukungan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo,” ungkap Letkol Arh Mohamad Taufan Yudha Bhakti, Komandan Kodim 0810 Nganjuk. (*)






