KabarBaik.co – Kabupaten Jember kini memposisikan diri sebagai pusat penggerak ekonomi utama di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. Hal ini ditegaskan oleh Gus Fawait dalam acara pengukuhan Iqbal Reza Nugraha sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember yang baru di Gedung Serba Guna BI Jember, Selasa (6/1).
Gus Fawait menyatakan, Jember memiliki peran krusial sebagai tolok ukur kemajuan bagi kabupaten-kabupaten tetangga. Meski angka kemiskinan masih menjadi tantangan, ia optimistis hal tersebut justru menjadi momentum untuk melakukan “lompatan besar” melalui kebijakan yang terukur dan sinergisitas.
Gus Fawait mengapresiasi inovasi yang dilakukan para kepala daerah di wilayah Tapal Kuda, mulai dari Situbondo, Bondowoso, Lumajang, hingga Banyuwangi. Namun, ia menekankan pentingnya peran Jember sebagai motor penggerak utama.
“Kami bangga melihat ikhtiar maksimal para Bupati di Tapal Kuda. Ada Situbondo dan Bondowoso dengan terobosannya, hingga Banyuwangi yang prestasinya sudah tidak diragukan. Di Jember, kami sedang menyinergikan kebijakan jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mempercepat pertumbuhan kawasan secara keseluruhan,” kata Gus Fawait.
Salah satu strategi unggulan yang diusung adalah menghidupkan kembali peran Bandara Jember. Gus Fawait memproyeksikan bandara ini sebagai pintu masuk utama menuju pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur bagian timur, dengan rencana konektivitas langsung ke Jakarta dan Bali.
“Target kami pada tahun 2027, landasan pacu Bandara Jember akan diperlebar dan diperpanjang. Ini langkah krusial agar pesawat berbadan lebar bisa mendarat, sehingga kolaborasi ekonomi dengan Banyuwangi dan Situbondo bisa berjalan lebih cepat dan masif,” tegasnya.
Selain infrastruktur, Gus Fawait menyoroti pentingnya peran Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas moneter di wilayah tersebut. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan BI Jember dapat efektif menekan angka kemiskinan serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Ia meyakini bahwa citra wilayah Tapal Kuda yang dulu dianggap tertinggal akan segera bertransformasi menjadi salah satu kawasan paling progresif di tingkat nasional.
“Insya Allah, ke depan Tapal Kuda akan menjadi kebanggaan kita semua. Dengan dukungan lintas sektor, kita akan membuktikan bahwa wilayah ini mampu melompat lebih jauh dan menjadi poros ekonomi baru,” tutup Gus Fawait. (*)








