KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengawali bulan suci Ramadan dengan capaian membanggakan. Ombudsman Republik Indonesia secara resmi menganugerahkan predikat Opini Kualitas Tertinggi dalam Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2024 kepada Pemkab Jember.
Bupati Jember Gus Fawait menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah bekerja keras meningkatkan standar pelayanan publik di Bumi Suwar-Suwir tersebut.
“Alhamdulillah, di hari pertama Ramadan ini, Jember menerima kado istimewa. Bagi kami, penghargaan dari Ombudsman RI ini bukan sekadar seremoni, melainkan ‘vitamin’ dan penyemangat bagi seluruh jajaran untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Gus Fawait, Jumat (20/2).
Meski meraih nilai tertinggi, Gus Fawait menegaskan enggan cepat berpuas diri. Ia mengakui masih ada tantangan yang harus diselesaikan, terutama pemerataan akses pelayanan di wilayah pelosok.
Sebagai langkah konkret pada 2025, ia berencana mengimplementasikan asas keadilan pelayanan melalui pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang tersebar di titik-titik strategis tingkat desa dan kecamatan.
“Jember ini wilayahnya luas. Adil itu berarti pelayanan harus dekat dengan warga desa. Kami merencanakan pembangunan MPP di wilayah ujung, seperti Kecamatan Jombang di barat, Tanggul dan Mayang di timur, hingga Sukowono atau Kalisat di utara,” jelasnya.
Gus Fawait juga menyoroti keberhasilan inovasi di sektor Administrasi Kependudukan (Adminduk). Saat ini, pengurusan dokumen seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK) sudah bisa tuntas di tingkat kecamatan.
“Ikhtiar kami adalah mempermudah urusan rakyat. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat,” tambahnya.
Mengakhiri keterangannya, Gus Fawait berharap penghargaan ini menjadi batu loncatan untuk melahirkan inovasi yang lebih solutif.
“Insya Allah, ke depan kita akan melompat lebih jauh agar pelayanan tidak hanya cepat, tapi juga menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa,” tandasnya. (*)








