John Herdman, Pelatih Baru Timnas Indonesia Bermazhab Football Intelligent

oleh -811 Dilihat
John Herdman resmi latih Timnas Indonesia

KabarBaik.co– Di tengah euforia Indonesa sebagai juara kedua (runner-up) SEA Games 2025 di Thailand yang berakhis besok (20/12), PSSI dikabarkan telah menyepakati nama John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Kepastiannya disebut tinggal menunggu pengumuman resmi dari Erick Thohir, Menteri Pemuda Olahraga (Menpor) yang juga ketua umum PSSI

Herdman adalah pelatih asal Inggris berusia 50 tahun. Bukan eks bintang lapangan, melainkan arsitek sepak bola bermazhab cerdas dan tertuntut untuk membawa Garuda ke level baru dengan pendekatan Football Intelligent (FI), sebuah strategi yang menggabungkan kecerdasan taktis, psikologi tim, dan pembangunan jangka panjang. Cocok untuk membangkitkan tim ’’underdog’’ seperti Indonesia.

Pendekatan FI Herdman telah terbukti ampuh dalam karirnya yang gemilang. Meski tak pernah bermain di level professional, hanya amatir di liga-liga kecil Inggris dan Selandia Baru. Herdman sukses membawa timnas wanita Selandia Baru lolos ke Piala Dunia dan Olimpiade untuk kali pertama.

Puncaknya, di Kanada, meraih dua medali perunggu Olimpiade bersama tim wanita (2012 dan 2016), sebelum menjadi pelatih pertama di dunia yang mengantarkan tim pria dan wanita dari negara yang sama ke Piala Dunia FIFA. Termasuk meloloskan tim pria Kanada ke Qatar 2022 setelah absen 36 tahun.

Baca Juga: Revolusi Football Intelligence

Apa rahasia FI ala Herdman? Bukan sekadar formasi kaku, tapi kecerdasan adaptif. Taktik fleksibel seperti 3-4-3 yang bisa berubah menjadi pertahanan solid, analisis lawan mendalam berbasis data, dan fokus utama pada mental pemain.

Di balik sosok Herdman, testimoni dari eks pemain dan tokoh Kanada mengungkap dampak pribadinya. Kapten legendaris timnas wanita Kanada, Christine Sinclair, kalah itu pernah menyatakan, “Still shocked and saddened the man who changed soccer in Canada and my life won’t be leading #canWNT any longer,” saat Herdman pindah ke tim pria pada 2018.

Bintang Bayern Munich, Alphonso Davies, juga memuji bahwa ia siap “run through a brick wall” untuk Herdman, menunjukkan loyalitas tinggi. Sementara kiper veteran Milan Borjan berkata, “Thank you for bringing the spirit, the belief, the energy to these guys,” setelah kemenangan besar Kanada pada 2019. Bahkan penyerang Jonathan David mendapat julukan The Iceman dari Herdman, yang memuji kecerdasannya sebagai “the smartest player I’ve ever coached.

Cerita Herdman membuktikan bahwa pelatih profesional tidak mesti berasal dari kalangan eks pemain pro. Di dunia sepak bola, banyak arsitek sukses yang membangun karier dari nol tanpa pengalaman bermain di level elite, mengandalkan kecerdasan, visi, dan dedikasi belajar. Contohnya, Arrigo Sacchi, legenda AC Milan yang memenangkan dua Piala Eropa. Dulunya hanyalah salesman sepatu. Lalu, Jose Mourinho, dengan tiga gelar Liga Champions, hanya bermain di level rendah sebelum fokus ke pelatihan.

Maurizio Sarri, juara Europa League bersama Chelsea, bekerja di bank sambil melatih tim amatir. Julian Nagelsmann, mantan pelatih Bayern Munich, pensiun dini karena cedera tanpa debut pro. Andre Villas-Boas memenangkan treble dengan Porto tanpa e pemain, langsung dari akademi. Tren ini menunjukkan bahwa di era modern, kepemimpinan intelektual lebih unggul daripada pengalaman lapangan semata.

Kabarnya, sebelum bergabung bersama Timnas Garuda, Herdman menolak tawaran dari sejumlah negara. Di antaranya Jamaika dan Honduras. Sumber dari PSSI menyebut negosiasi sudah tahap akhir, dengan pengumuman resmi kemungkinan pasca event SEA Games 2025. Selain Herdman, sebelumnya ada nama kandidat lain seperti Giovanni van Bronckhorst asal Belanda. Dengan pengalaman membangkitkan tim nasional “tidur” seperti Kanada, Herdman diharapkan membangun fondasi kuat untuk Piala Asia dan mimpi lolos Piala Dunia mendatang.

Filosofi Football Intelligent

Implementasi filosofi Football Intelligent (FI) di Indonesia diprediksi akan mengubah peran beberapa pemain timnas kunci secara drastis. Dalam skema fleksibel Herdman, pemain seperti Thom Haye kemungkinan besar akan didorong menjadi deep-lying playmaker yang berfungsi sebagai poros utama, bertugas mengatur tempo dan memulai transisi cepat yang menjadi ciri khas Herdman. Lalu, pemain seperti Marselino Ferdinan dapat dieksploitasi kecerdasannya sebagai pemain yang bebas bergerak mencari celah, mirip dengan peran yang pernah dijalankan Jonathan David di Kanada.

Sementara bek seperti Jay Idzes dan Rizky Ridho juga dituntut memiliki kemampuan baca posisi tinggi untuk mendukung transisi formasi 3-4-3 yang adaptif.

Namun, jalan Herdman boleh jadi tidak akan mulus-mulus saja. Pasalnya, dia dihadapkan pada tantangan besar yang spesifik di tanah air. Pertama, integrasi budaya sepak bola bagaimana harus menyatukan visi antara pemain abroad dengan talenta liga domestik dalam sistem FI yang rumit memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Kedua, Herdman harus mengelola tekanan ekspektasi publik Indonesia yang sangat masif, di mana proses transisi menuju permainan defensif-organisir seringkali dipandang kurang populer dibanding gaya menyerang total. Terakhir, tantangan logistik dan sinkronisasi jadwal kompetisi domestik dengan agenda FIFA tetap menjadi hambatan klasik bagi pelatih asing manapun yang ingin membangun fondasi jangka panjang di Indonesia.

Yang pasti, keberhasilan Herdman akan sangat bergantung pada seberapa cepat bisa memenangkan hati ruang ganti dan meredam skeptisisme melalui hasil instan di kualifikasi mendatang.

Di media sosial, mulai ramai menyambut. “Welcome to Indonesia, John Herdman! Semoga Indonesia lancar ke Piala Dunia dan rangking FIFA terus naik!” tulis salah satu pengguna X. Jika terealisasi sesuai rencana, era FI Herdman bisa jadi tonggak baru sepak bola Indonesia. Dari ’’underdog’’ menjadi kekuatan regional baru Asia. (*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi


No More Posts Available.

No more pages to load.