#KaburAjaDulu, Suara Keresahan Generasi Muda yang Memanggil Perubahan

oleh -475 Dilihat
petra
Dr. Ido Prijana Hadi, M.Si, Dosen Communication Science PCU

KabarBaik.co – Fenomena tagar #KaburAjaDulu yang viral di media sosial telah mencuri perhatian publik, mencerminkan keresahan mendalam generasi muda terhadap tantangan hidup di Indonesia. Tagar ini bukan sekadar tren, melainkan simbol ketidakpuasan terhadap terbatasnya peluang di bidang pekerjaan, pendidikan, dan kesejahteraan. Banyak anak muda merasa sulit bertahan dan berkembang di negeri sendiri, sehingga peluang di luar negeri dianggap sebagai jalan keluar.

Menurut Dr. Ido Prijana Hadi, M.Si., dosen Ilmu Komunikasi dan Wakil Dekan Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif Universitas Kristen Petra (UK Petra), fenomena ini adalah bentuk protes yang sarat makna.

“Ini lebih dari sekadar tagar; ini adalah ekspresi keresahan kolektif. Anak muda merasa peluang di dalam negeri semakin sempit, sehingga mereka melihat hidup di luar negeri sebagai alternatif yang lebih baik,” jelasnya, Selasa (25/2).

Dari perspektif komunikasi massa, Ido menyebut tagar ini sebagai simbol komunikasi atau bahkan propaganda. “Tagar ini mengandung pesan yang dapat memengaruhi opini publik dan agenda pemerintah. Media sosial, dengan kekuatannya, mampu memperbesar keresahan ini dan menjadikannya perhatian nasional,” ungkapnya.

Ido juga menyoroti peran media sosial dalam memperkuat dampak fenomena ini. “Media sosial memungkinkan protes seperti ini tersebar luas dan menjadi alat komunikasi yang efektif. Tagar #KaburAjaDulu bisa menjadi pemicu perubahan kebijakan jika pemerintah menangkap pesan di baliknya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemajuan teknologi saat ini memberikan ruang lebih besar bagi generasi muda untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka. “Dulu, saluran komunikasi publik terbatas, tapi sekarang media sosial menjadi platform terbuka untuk menyampaikan protes secara masif,” kata Ido.

Namun, Ido mengingatkan bahwa fenomena ini juga membawa risiko besar bagi Indonesia. “Jika terlalu banyak anak muda yang pergi dan tidak kembali, Indonesia akan kehilangan potensi terbaiknya. Brain drain ini akan menjadi kerugian besar,” tegasnya.

Ido menekankan bahwa pemerintah perlu segera merespons fenomena ini dengan kebijakan yang konkret dan berpihak pada generasi muda. “Pemerintah harus membuka lebih banyak kesempatan kerja, akses pendidikan yang merata, dan meningkatkan kesejahteraan. Transparansi anggaran juga penting untuk membangun kembali kepercayaan publik,” ujarnya.

Melalui fenomena #KaburAjaDulu, Ido berharap pemerintah mendengar suara generasi muda dan mulai menciptakan peluang yang lebih baik di dalam negeri. “Anak muda tidak hanya butuh pekerjaan, tetapi juga ruang untuk berkembang dan merasa dihargai. Jika pemerintah merespons dengan kebijakan yang tepat, mereka akan merasa optimis dan memiliki harapan untuk masa depan di Indonesia,” tutupnya.

Fenomena ini bukan sekadar tagar di dunia maya. Ini adalah seruan nyata dari generasi muda untuk perubahan, dan tanggapan pemerintah menjadi kunci agar mereka tetap percaya pada masa depan di tanah air.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.